MENGENAL SEJARAH LEWAT SASTRA, INILAH DERETAN NOVEL INDONESIA BERTEMA SEJARAH

SIARINDOMEDIA.COM – Novel bertema sejarah semakin diminati pembaca akhir-akhir ini, terutama mereka yang ingin memahami masa lalu Indonesia dengan cara yang lebih personal dan menyentuh.

Tak hanya menawarkan alur yang menarik, novel-novel ini juga memotret peristiwa penting seperti masa penjajahan, peristiwa 1965, hingga reformasi, melalui sudut pandang yang jarang muncul di buku pelajaran.

Berikut beberapa novel karya penulis Indonesia yang menjadikan sejarah sebagai latar utama merekam jejak bangsa sekaligus menggugah kesadaran pembaca masa kini.

Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer
Novel ini mengisahkan tentang perjuangan tokoh Minke di masa kolonial Belanda. Bumi Manusia menyuguhkan potret sosial, politik, dan budaya Hindia Belanda sekaligus menyoroti perlawanan intelektual terhadap penjajahan.

BUMI MANUSIA. Novel yang mengambil tema sejarah karya penulis terkenal Pramoedya Ananta Toer. Foto: @Tukar Cerita Apasaja/Pinterest

Amba karya Laksmi Pamuntjak
Terinspirasi dari kisah Mahabharata, Amba menggambarkan sejarah kelam Indonesia pasca-1965 melalui kisah cinta yang tragis. Novel ini membawa pembaca ke Pulau Buru, tempat ribuan tahanan politik pernah dikirim, dan memperlihatkan dampak panjang dari konflik politik terhadap kehidupan individu.

• Pulang karya Leila S. Chudori

Leila S. Chudori adalah salah satu penulis Indonesia yang konsisten mengangkat sejarah dalam karyanya. Pulang bercerita tentang Dimas Suryo, seorang jurnalis yang terpaksa tinggal di Paris setelah peristiwa 1965. Lewat narasi lintas generasi, novel ini menghadirkan pergulatan identitas, nasionalisme, dan rasa kehilangan. Pulang menyoroti kehidupan eksil Indonesia yang jarang dibahas dalam buku sejarah resmi.

Laut Bercerita karya Leila S. Chudori
Novel ini dianggap sebagai salah satu karya terbaik Leila S. Chudori. Mengambil latar menjelang reformasi 1998, Laut Bercerita mengikuti perjalanan seorang aktivis mahasiswa, Biru Laut, yang diculik dan hilang. Cerita disajikan dalam dua bagian: dari sudut pandang korban dan dari keluarga yang ditinggalkan. Buku ini tidak hanya menyentuh, tetapi juga menjadi pengingat atas pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia.

Namaku Alam karya Leila S. Chudori
Namaku Alam bercerita tentang Alam, remaja yang tumbuh di Paris sebagai anak dari eksil politik Indonesia pasca peristiwa 1965. Hidup jauh dari tanah air yang belum pernah dia kenal, Alam bergulat dengan pertanyaan tentang identitas, sejarah keluarganya, dan masa lalu kelam yang membuat ayahnya tidak bisa pulang ke Indonesia. Melalui sudut pandang Alam, novel ini menggambarkan pencarian jati diri di tengah bayang-bayang trauma sejarah dan kerinduan akan negeri yang asing baginya.

Melalui novel-novel di atas, pembaca tidak hanya diajak memahami peristiwa sejarah, tetapi juga merasakan emosi dari tokoh-tokoh yang hidup di dalamnya. Banyak dari karya ini berbicara tentang kekuasaan, perjuangan, kehilangan, hingga identitas, yang semuanya masih relevan hingga kini.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *