SIARINDOMEDIA.COM – Candi Sawentar yang terletak di Desa Sawentar, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, merupakan salah satu situs bersejarah yang kaya akan nilai budaya. Dikenal sebagai tempat persinggahan Raja Hayam Wuruk, candi ini menjadi salah satu tempat penting yang harus dijaga.
Cagar budaya ini memiliki arsitektur khas yang merupakan gabungan dari Kerajaan Singasari dan Majapahit. Di dalam ruang utama terdapat simbol Surya Majapahit, yang menunjukkan eksistensi Majapahit pada saat itu.
Anang, pengelola Candi Sawentar menyampaikan, menurut cerita rakyat yang beredar, Raja Hayam Wuruk singgah di sini untuk bersemedi dari Candi Singasari. Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Candi Simping.
“Ini tempat persinggahan Raja Hayam Wuruk. Dari Singasari mau ke Simping, perabuhan kakeknya. Itu singgah di sini, bersemedi dulu di ruangan candi itu, menenangkan diri. Kalau sudah kan melanjutkan perjalanan ke Candi Simping,” jelasnya.
Terdapat relief khas yang di Candi Sawentar ini, yaitu motif kepala Kala, yang diyakini memiliki fungsi menangkal roh jahat selama Raja Hayam Wuruk bersemedi. Simbol-simbol tersebut juga menunjukkan adanya pengaruh spiritual di kalangan masyarakat Hindu.
Kegiatan Keagamaan dan Ritual
Beberapa masyarakat lokal seringkali berkumpul di Candi Sawentar. Contohnya saat perayaan Nyepi, banyak umat Hindu dari daerah sekitar datang untuk berdoa dan melakukan ritual.
“Kan ada Nyepi,mungkin ke sini, kebanyakan dari Pasirharjo. Kadang se-Kabupaten Blitar, berkumpul di sini, Penataran di sini, kebanyakan Pasirharjo,” ungkap pengelola cagar budaya setempat.

Situs bersejarah ini sering dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Anang mengungkapkan, terakhir kali ada wisatawan dari Korea. Dia juga menyampaikan, dalam satu bulan bisa empat sampai lima kali wisatawan asing berkunjung ke Candi Sawentar ini.
Situs purbakala tersebut ditemukan oleh Hoepermans dan Verbeek PoS pada tahun 1915 yang terkubur letusan Gunung Kelud. Kemudian di ekskavasi dan di pugar oleh P.J Perquin yang selesai pada tahun 1921.
Tidak ada yang tahu pasti berapa angka tahun candi tersebut, karena bentuknya yang tidak utuh. Di komplek Candi Sawentar, terdapat beberapa reruntuhan candi yang merupakan bagian dari Candi Sawentar 2.













