SIARINDOMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali menggelar Pasar Takjil Ramadan yang dikemas dalam ‘Festival Ngerandu Buko’. Bazar ini telah tersebar di beberapa desa dan Kecamatan, namun terdapat titik lokasi baru, salah satunya berada di Pantai Marina Boom. Festival ini tetap padat pengunjung meskipun Ramadan sebentar lagi berakhir.
Bazar kuliner ‘Ngerandu Buko’ yang digelar di Kabupaten Banyuwangi berhasil menarik perhatian banyak pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah.
‘Ngerandu Buko’ sendiri berasal dari bahasa Osing yang berarti ‘menunggu waktu berbuka’. Pasar takjil ini akan berlangsung selama bulan Ramadan, mulai pukul 13.00-19.00 WIB. Acara yang menjadi bagian dari perayaan tradisional ini menawarkan pengalaman kuliner khas yang menggugah selera.

Pasar Takjil Ramadan akan menjadi momentum untuk meningkatkan perekonomian warga dan UMKM. Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, banyaknya pedagang yang turut serta dalam festival Pasar Takjil ‘Ngerandu Buko’.
Dalam acara bazar kuliner kali ini, para pedagang dan pelaku usaha kuliner lokal menawarkan berbagai hidangan tradisional khas Banyuwangi, seperti nasi tempong, rujak soto, dan berbagai makanan lainnya.
Bazar kuliner ini tidak hanya sekadar tempat untuk menikmati hidangan lezat, melainkan juga menjadi ajang untuk memperkenalkan keanekaragaman kuliner khas Banyuwangi. Selain membeli makanan untuk berbuka, para pengunjung bisa menikmati suasana sore di Pantai Marina Boom.
PASAR SORE BADAS, MERIAHKAN RAMADAN SEKALIGUS DONGKRAK EKONOMI WARGA – Siarindo Media
“Ya … di sini selain beli makanan buat buka juga mau duduk santai sambil nunggu adzan,” ujar salah satu pengunjung.
“Pemandangannya indah bisa ngeliat langit sore yang cantik kalau ga mendung,” tambahnya.
Selain dapat memanjakan lidah para pengunjung, bazar ini juga mengutamakan kebersihan dan kenyamanan. Standar protokol kesehatan tetap dijaga, termasuk adanya fasilitas tempat cuci tangan di setiap sudut area bazar.















