SIARINDOMEDIA.COM – Bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat bagi warga Batanghari untuk menggelar Bazar Takjil. Program ini tidak hanya menawarkan berbagai jenis makanan dan minuman, tetapi juga menyediakan permainan dan penjual pakaian.
Bazar Takjil Batanghari berlokasi di pinggir jalan dekat kantor polisi dan dibuka mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Acara ini tidak hanya dikunjungi oleh warga lokal, tetapi juga menarik perhatian pembeli atau pengunjung dari daerah lain.
Salah satu daya tarik Bazar Takjil Batanghari adalah kehadiran penjual makanan tradisional, seperti geblek yang terbuat dari singkong. Geblek merupakan makanan khas Batanghari yang sangat populer di kalangan pembeli yang menyukai singkong.

“Jarang banget nemuin makanan tradisional ini kalo ga di acara hajatan, rasanya yang khas buat ketagihan. Apalagi kalo makan ini campur kuah mpek-mpek jadi lebih nikmat,” ucap Siti, salah satu pembeli.
Selain itu, terdapat spot Istana Balon yang menjadi daya tarik anak-anak untuk bermain sembari menunggu waktu berbuka. Sebagian dari mereka berlarian dan bermain petak umpet.
Ada juga yang loncat-loncat karena merasa bahagia bisa bermain ditengah penjual takjil. Mereka juga tidak perlu membayar mahal untuk menikmati permaianan tersebut. Cukup dengan Rp5000 mereka sudah bisa bermain di Istana Balon.
Meskipun Bazar Takjil Batanghari menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi. Namun, warga sekitar tidak mengeluh, justru mereka menyambut kegiatan ini dengan antusias dan juga ikut berpartisipasi dalam berlangsungnya acara.
“Kalo dari saya pribadi ga ngerasa terganggu ya. Karena setahun sekali, apalagi ini juga membantu umkm masyarakat setempat. Jadi ga ada salahnya kita mendukung kegiatan ini,” ujar Andi warga setempat.
Bazar Takjil Batanghari menjadi contoh nyata bahwa kegiatan ekonomi dan sosial dapat berjalan berdampingan. Acara ini juga menunjukkan bahwa masyarakat Batanghari sangat kuat dalam menjaga tradisi dan budaya lokal.











