SIARINDOMEDIA.COM – Jalan Ambarawa, akses vital yang terhubung langsung dengan gerbang Ambarawa Universitas Negeri Malang (UM), semakin padat selama bulan Ramadan. Setiap sore menjelang buka puasa, jalan ini dipenuhi oleh mahasiswa dan warga yang berburu takjil serta makanan untuk berbuka.
Akibatnya, jalan yang biasanya sudah ramai kini menjadi semakin ramai oleh pejalan kaki dan pengendara motor yang saling berebut ruang.
Kepadatan terlihat di beberapa tempat, terutama di sekitar warung-warung seperti ‘Es Teh Poci Waroeng Sultan’ dan kios ‘Sempol & Tahu Walik Pak Imam’. Pengunjung yang datang bukan hanya pejalan kaki, tapi juga pengendara motor yang sering berhenti di tengah jalan untuk membeli makanan, membuat jalan ini semakin sulit dilalui.

Kemacetan Parah di Jalan Ambarawa, Takjil dan Parkir Sembarangan Jadi Sorotan
Jalan Ambarawa bukanlah jalan besar, melainkan jalan kecil yang hanya cukup untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki, tetapi kadang mobil juga nekat melalui jalan tersebut. Namun, saat Ramadan, jalan ini berubah menjadi jalur macet karena banyaknya orang yang datang untuk berburu takjil. Motor yang melintas harus ekstra hati-hati karena harus berbagi jalan dengan pejalan kaki yang berdesakan.
“Biasanya kan jalan Ambarawa juga sedikit macet ya, tapi waktu puasa itu macetnya tambah panjang, apalagi sekitar jam setengah 5 sampe jam 5 itu mau jalan harus desek-desekan,” ujar salah satu mahasiswa.
Beberapa pengendara motor yang nekat menerobos kepadatan pun harus bersabar dan ekstra hati-hati, karena banyak pejalan kaki yang memadati jalanan.
Selain banyaknya pejalan kaki, motor-motor yang parkir sembarangan di pinggir jalan juga menambah kemacetan. Banyak pengunjung yang memarkir kendaraannya di depan warung makan, sehingga ruang untuk pejalan kaki dan kendaraan melintas semakin sempit.
“Sebenernya kalo hari biasa itu nggak masalah buat parkir di pinggir jalan, tapi kalo waktu puasa itu kalo bisa jangan, soalnya warung-warungnya itukan mepet banget ya sama jalan, kalo ditambah ada yang parkir motor di depan warungnya jadi nggak ada tempat buat orang jalan kaki,” ungkap mahasiswa lainnya.
Kemacetan yang semakin meningkat, diharapkan para pejalan kaki dan pengendara motor lebih berhati-hati. Serta penertiban parkir liar, sangat dibutuhkan untuk meminimalkan risiko dan menjaga kelancaran lalu lintas di Jalan Ambarawa selama bulan Ramadan.















