SIARINDOMEDIA.COM – Raffi Ahmad sebagai utusan khusus Presiden bidang pembinaan generasi muda dan pekerja seni, bersama Nagita Slavina, menghadiri acara Creative Talk yang diselenggarakan di Malang Creative Center (MCC) Sabtu (22/2/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong pengembangan Intellectual Property (IP) serta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif digital, khususnya di sektor startup dan industri gim.
Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, M. Zielfikar Albaba selaku pelaku ekonomi kreatif menyoroti potensi besar Kota Malang sebagai pusat industri kreatif.
“Di Malang ini, kita punya lebih dari 160 start up digital dan lebih dari 50 studio game. Ini adalah kekuatan besar yang bisa menjadikan Malang sebagai kota media art pertama di ASEAN,” ujarnya.
Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan industri berbasis digital.
“Dengan ekosistem yang kuat, lebih dari 60 perguruan tinggi dan lebih dari 120 sekolah menengah, Malang memiliki potensi luar biasa. Kami ingin berkolaborasi untuk mempercepat akselerasi industri kreatif ini,” tambahnya.

Raffi Ahmad selaku utusan khusus Presiden turut menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen dalam mendukung pelaku ekonomi kreatif, terutama dalam aspek pembiayaan berbasis IP.
“Tahun 2024, Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah tersalurkan sebesar Rp280 triliun untuk lebih dari 25 juta debitur. Tahun ini, targetnya lebih besar lagi. Selain itu, pemerintah juga mendukung pembiayaan melalui LPDB sebagai lembaga penyalur dana bergulir,” jelas Raffi Ahmad.
Lebih lanjut, Raffi mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah mendorong pembiayaan berbasis kekayaan intelektual (IP finance). Namun, dia juga menyadari adanya tantangan dalam sistem perbankan yang masih mengutamakan agunan berupa aset.
“Kita akan coba merealisasikan kebijakan yang lebih mendukung pelaku kreatif agar mereka bisa mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah,” tegasnya.
Di akhir sesi, Raffi Ahmad menyampaikan harapannya agar ekonomi kreatif di Malang dapat menjadi contoh nasional.
“Saya yakin Malang bisa menjadi pusat ekonomi kreatif bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di mata dunia. Saya akan menyampaikan aspirasi teman-teman kreatif ini kepada kementerian terkait agar mendapatkan perhatian lebih lanjut,” pungkasnya.
Acara Creative Talk ini dihadiri oleh berbagai pelaku industri kreatif, pengembang game, dan perwakilan dari sektor teknologi digital. Diskusi yang berlangsung penuh antusiasme ini menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem digital di Malang dan membuka peluang kolaborasi lebih luas antara pemerintah dan industri kreatif.















