ANGSLE DAN RONDE PAK MAT, KULINER TRADISIONAL MALANG DENGAN SENTUHAN ANEKA RASA BUAH

SIARINDOMEDIA.COM – Kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang, dikenal sebagai pusat kuliner yang terus mengalami perkembangan dengan berbagai inovasi rasa.

Di tengah gempuran makanan modern, kuliner tradisional Malang seperti Angsle dan Ronde Pak Mat Aneka Rasa Buah, menjadi pilihan favorit masyarakat.

Dasono mengungkapkan, usaha yang berdiri sejak 1979 ini awalnya seperti angsle dan ronde pada umumnya.

Namun, kini ia menawarkan berbagai macam varian, khususnya pada menu angsle.

“Angsle itukan dengan santan nah itu bisa dicampur dengan berbagai rasa, seperti nangka, coklat, alpukat, hingga oreo, berbeda dengan Ronde kalo Ronde tidak bisa di campur rasa karena bagaimanapun rasanya tetap rasa jahe. ” ungkap pria kelahiran 84 yang kini meneruskan usaha milik keluarganya.

Darsono bukanlah sosok yang asing dengan dunia usaha. Sebelum kembali ke Malang, ia sempat merantau ke berbagai kota, seperti Bali dan Kalimantan.

“Saya pernah bekerja di Bali selama 10 tahun, bahkan sempat bekerja di perusahaan asing,” ujarnya.

Setelah menimba pengalaman di luar daerah, Darsono akhirnya kembali ke kampung halaman untuk merintis usaha kuliner tradisional warisan keluarganya ini.

LEGENDARIS. Kuliner Tradisional Khas Malang Favorit Warga. Foto : Dyah

Dalam menjalankan bisnis ini, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas rasa.

“Banyak orang awalnya berjualan dengan rasa yang enak, tapi lama-kelamaan menurun. Kami berusaha menjaga rasa agar pelanggan tetap setia,” tambahnya.

Selama delapan tahun terakhir, Darsono mengelola usahanya sendiri, berbeda dari ayahnya yang dulu memiliki enam cabang.

Ia memilih tidak membuka cabang baru meskipun banyak yang berminat bekerja sama.

“Sebenarnya banyak yang berminat menjual seperti saya, tapi saya sendiri yang tidak mau membuka cabang,” ungkapnya.

Angsle dan Ronde Pak Mat Mawar Aneka Rasa Buah ini beroperasi mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 02.00 dini hari menyesuaikan keramaian kawasan tersebut.

Ke depannya, ia berharap bisnis ini dapat diwariskan kepada anak-anaknya, meskipun ia tidak ingin memaksakan mereka untuk meneruskannya.

“Jika mereka ingin melanjutkan usaha ini, saya pasti mendukung. Tapi jika mereka punya minat lain, saya juga tidak akan memaksa,” tuturnya.

Dengan cita rasa yang tetap terjaga dan inovasi yang terus dikembangkan, Angsle dan Ronde khas Malang masih menjadi pilihan kuliner favorit, baik bagi warga setempat maupun para pendatang.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *