SIARINDOMEDIA.COM – Demam motor sport 2-tak kembali melanda Indonesia. Salah satu model yang paling banyak dicari adalah Kawasaki Ninja 2-tak.
Motor yang sempat merajai jalanan mulai di tahun 2002 hingga 2025 ini kembali naik daun, bahkan harganya kini melambung tinggi diluar dugaan.
Salah satu faktor utama yang membuat motor Ninja 2-tak kembali digandrungi adalah performa mesinnya yang gahar.
Dengan kapasitas 150cc dan sistem mesin 2-tak, motor ini memiliki tenaga yang dahsyat serta suara knalpot khas yang merdu.
Kombinasi tersebut membuatnya sangat diminati, terutama oleh para pembalap dan kaum muda pecinta otomotif.

Namun, popularitas yang meningkat tajam juga berdampak pada harga jualnya. Jika beberapa tahun lalu motor ini masih bisa didapatkan dengan harga berkisar 10 hingga 30 juta, kini harga bekasnya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah, tergantung pada kondisi dan tahun pembuatannya.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi lonjakan harga motor Ninja 2-tak.
Pertama, tentu saja faktor kolektor dan popularitasnya yang tinggi. Kedua, kondisi motor yang masih bagus dan orisinal juga menjadi faktor penentu harga—semakin terawat, semakin mahal.
Ketiga, ketersediaan suku cadang yang semakin langka juga ikut mempengaruhi harga. Selain itu, varian yang beragam seperti Ninja M,RR,KRR,SS dan lainnya turut memengaruhi nilai jualnya.
“Saya mempunyai ninja ss berwarna kuning 2tak molai 2014-2015 an Dan waktu saya beli kisaran masih dibawah 50 juta an Dan akhir akhir ini telah di tawar 70 juta lebih” ujar Aris, seorang kolektor motor Ninja.
Fenomena lonjakan harga motor Ninja 2-tak yang menimbulkan kontroversi. Sebagian orang menganggap harga tersebut terlalu mahal dan tidak sebanding dengan kondisi motor.
Namun, ada pula yang menganggap bahwa harga tersebut wajar karena nilai historis dan kenangan yang melekat pada motor ini.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa nostalgia dan kenangan masa lalu masih memiliki daya tarik kuat bagi banyak orang.
Namun, harga yang terus meroket juga menjadi pengingat bagi calon pembeli untuk bijak dalam mengambil keputusan, agar tidak terjebak dalam euforia sesaat dan mengeluarkan uang secara berlebihan untuk barang koleksi.













