SIARINDOMEDIA.COM – Dalam rangka menyambut mahasiswa baru (Maba), Fakultas Seni Universitas Brawijaya (UB) mengadakan pameran seni bertajuk ‘Art on Postcard’ pada 10-18 September 2024. Acara ini berlangsung setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB di galeri seni kampus, dengan menampilkan sekitar seribu karya seni dari mahasiswa UB lintas angkatan.
Alfredo, salah satu koordinator acara, mengungkapkan bahwa pameran ini diadakan sebagai tradisi tahunan dalam menyambut mahasiswa baru.
“Biasanya kita adakan pameran seperti ini untuk menyambut Maba. Tahun lalu pamerannya bernama ‘Tumpah Ruang’, tapi kali ini kita angkat konsep ‘Art on Postcard’,” ungkapnya.
Meskipun dikoordinasikan oleh mahasiswa angkatan 2023, karya-karya yang dipamerkan berasal dari mahasiswa angkatan 2020 hingga 2023, bahkan beberapa karya dosen juga turut dipamerkan.
Tema utama pameran tahun ini adalah ‘Eksplorasi’ yang mendorong para seniman untuk menjelajahi berbagai media dan objek. Diana, salah satu anggota divisi acara, menambahkan.
“Tahun ini temanya adalah eksplorasi. Ada banyak jenis karya seperti grafis, fotografi, dan cyanotype. Para seniman bebas bereksperimen dengan berbagai teknik dan bahan,” tambahnya.
[simpleblogcard url=”https://siarindomedia.com/2024/08/26/lensa-kreativitas-pameran-foto-ungkap-cerita-baru/”]
Selain pameran seni, acara ini juga dilengkapi dengan berbagai kegiatan pendukung seperti workshop ‘PIN Clay’ dan ‘Decorate Your Own Postcard’. Tak hanya itu, akan ada sesi nonton film bersama serta diskusi seputar film yang diputar.
“Acara pendukung ini terbuka untuk umum, jadi siapa saja bisa ikut,” ungkap Diana.
Alfredo juga menjelaskan bahwa, pameran ini diharapkan menjadi ruang yang lebih aktif bagi mahasiswa untuk menampilkan karya seni mereka sepanjang tahun.
“Kita ingin galeri ini tetap aktif, tidak hanya saat ada acara tertentu. Setelah pameran ini, harapannya teman-teman bisa terus mengisi galeri dengan karya apapun,” ujarnya.
Antusiasme dari para pengunjung menjadi salah satu tolok ukur kesuksesan acara ini, pameran ini juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkenalkan seni kepada khalayak luas, baik di dalam maupun di luar kampus.
“Kalau antusiasmenya bagus, ke depannya kami berencana untuk mengadakan pameran seperti ini setiap bulan,” katanya.
Alfredo Salah satu koordinasi serta seniman yang turut memamerkan, ia memamerkan sepuluh karya dalam satu seri yang bertema tanaman anggrek, dengan salah satu karyanya yang berjudul ‘Penunggu Kebun’ menjadi sorotan.
“Karya ini terinspirasi dari ibu saya yang suka menanam anggrek. Saya ingin menggabarkan bunga anggrek sebagai penunggu kebun dalam bentuk seorang perempuan,” jelasnya.
Ketika ditanya mengenai harga karya seninya, Alfredo menyebutkan bahwa ia menaruh harga sebesar Rp500.000 untuk karyanya yang satu ini, dengan alasan simbolis dan proses kreatif yang mendalam.
“Sebenarnya saya tidak terlalu ingin karya ini laku, jadi saya taruh harga yang sedikit lebih tinggi karena maknanya juga dalam,” jelasnya.

Pameran ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk lebih mengenal seni dan memperdalam apresiasi terhadapnya.
“Harapan saya dengan adanya pameran ini, orang-orang bisa lebih mengenal seni, tertarik, dan tidak lagi memandang seni sebelah mata,” ujarnya.
Melalui acara seperti ini, diharapkan Universitas Brawijaya bisa terus mendorong pertumbuhan dan perkembangan seni di kalangan mahasiswanya, sekaligus menjadikan kampus sebagai pusat kreativitas yang aktif sepanjang tahun.













