SIARINDOMEDIA.COM – Menurut KBBI (Kamus Besar bahasa Indonesia), galau adalah perasaan kacau tidak karuan (pikiran). Sementara risau adalah gelisah atau rusuh hati.
Saat sedang menghadapi masalah, tekanan, atau merasa sakit, tak jarang seseorang merasa galau dan risau. Ini adalah perasaan alamiah yang bisa melanda seseorang sebagai respon atas sesuatu yang menimpanya.
Sebagai muslim, Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya untuk berdoa agar Allah SWT membantunya menghadapi permasalahan, penyakit, dan tekanan yang menimpanya.
Berikut beberapa doa saat menghadapi rasa galau dan sakit yang tertuang dalam hadits riwayat ath-Thabrani dengan sanad yang sahih.
Doa ini juga bisa kutip oleh Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki dalam kitabnya, ‘Abwâbul Faraj’.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ فُلَاناً كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
ALLAHUMMA ANTAL ‘AZIIZUL KABIIR, WA ANA ‘ABDUKADH DHO’IIFUDZ DZALIIL ALLADZII LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BIKA. ALLAHUMA SAKHKHIR LII FULAAN (SEBUT NAMA ORANG YG DI MAKSUD) KAMA SAKHKHORTA FIR’AUN LI MUSA, WA LAYYIN LII QOLBAHU KAMAA LAYYANTAL HADIID LI DAWUD. FAINNAHU LAA YANTIQU ILLA BI IDZNIKA, NAA SHIYATUHU FII QOBDLOTIKA, WA QOLBUHUU FII YADIKA, JALLA TSANAA U WAJHIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN.
Artinya: “Ya Allah bahwasanya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Besar. Dan sesungguhnya aku ini adalah hamba-Mu yang hina lagi lemah. Ya Allah mudahkanlah bagiku urusanku, sebagaimana Engkau mudahkan bagi urusan Fir’aun kepada Musa dan lunak hati manusia bagiku sebagaimana Engkau lunakkan besi bagi Nabi Daud. Engkaulah adalah sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik penolong, wahai Tuhan Yang Maha Hidup, Wahai Tuhan Yang Maha Penguasa, Wahai Tuhan Yang Punya Keagungan dan Kemuliaan, perkenanlah ya Allah.”
اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّ جَالِ
ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MINAL HAMMI WAL HUZNI, WAL AJZI, WAL KASALI, WAL BUKHLI, WAL JUBNI, WAL DHOLAID DAINI, WA GHOLABATIR RIJALI.
Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung pada-Mu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kemalasan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban hutang serta tekanan orang-orang (jahat).”
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
ALLAHUMMA RAHMATAKA ARJU FALA TAKILNI ILA NAFSI THARFAKA AININ ASHLIHLI SYANI KULLAHU LAILAHA ILLA ANTA.
Artinya: “Ya Allah, rahmat-Mu aku harapkan, maka janganlah Engkau bebankan pada diriku walau sekejap mata pun (urusan-urusan tersebut) dan perbaikilah segala urusanku, tidak ada Tuhan selain Engkau.”














