MENPORA KLARIFIKASI SOAL PENAMPILAN ANANG-ASHANTY DI AFTER MATCH TIMNAS INDONESIA VS FILIPINA

SIARINDOMEDIA.COM – Kehadiran pasangan Anang Hermansyah dan Ashanty yang mengisi after match Timnas Indonesia vs Filipina di Stadion Gelorra Bung Karno Selasa (11/6/2024) kemarin mendapat kritikan tajam dari para supporter.

Baru-baru ini, Menpora Dito Ariotedjo pun melakukan klarifikasi terkait penampilan kedua musisi tersebut yang ternyata merupakan inisiasi dari pihak penyelenggara untuk hiburan.

“Ya itu kan kita rasa itu sebenarnya di luar dari agenda resmi. Dari kualifikasi itu setelah selesai game dan mungkin itu adalah sebuah inisiasi yang dilakukan oleh penyelenggara dalam mendorong sisi entertainment-nya,” kata Dito kepada pewarta di Istana Kepresidenan.

Menurutnya, momen di mana Anang-Ashanty menyanyikan lagu kebangsaan di awal adalah konsep yang sudah bagus. Namun pasca pertandingan, keduanya membawakan lagu yang dinilai tidak cocok dengan situasi.

Lantaran lagu yang dinyanyikan bernuansa romansa saat  para pemain Timnas maupun penonton di GBK tengah merayakan kemenangan. Hal tersebut menuai kritik dari berbagai netizen.

“Sebenarnya kan awalnya bagus lagu kebangsaan. Mungkin nanti kita akan meminta ke depan konsepnya tetap sama, tapi mungkin pemiliihan lagunya yang nuansanya sesuai dengan kondisi,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Menpora turut mengungkap persiapan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya yang dipastikan siap menggelar putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia pada September mendatang.

Stadion GBT disebut-sebut sudah memenuhi standar FIFA dan pada akhir tahun 2023 kemarin juga menjadi salah satu venue dalam gelaran Piala Dunia U-17 2023 Indonesia.

“Saya rasa (Stadion) Bung Tomo sudah qualified sebagai FIFA dan kemarin sudah dipakai untuk U-17. Saya rasa persiapannya pasti siap dan pasti prima,” kata Dito.

Sebelumnya wacana perpindahan homebase Timnas Indonesia dari GBK ke GBT disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Lantaran GBK akan dijadikan venue menyambut kedatangan tamu negara Sri Paus.

Erick meminta agar hal ini tidak menjadi polemik. Namun sebenarnya rencana tersebut justru mendapat dukungan penuh dari seluruh pendukung Timnas.

Stadion GBK sebelumnya mendapat kritikan pedas terkait kondisi rumput yang memprihatinkan. Pindahnya venue laga ke Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pun disambut antusias.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *