SIARINDOMEDIA.COM – Suasana ceria dan penuh keakraban menyelimuti acara Tasyakuran dan kirim doa dalam rangka Grand Opening Griyo Kopi-Cokelat de Kajoetangan di Jl. Basuki Rahmat Gg VI/962, Kota Malang, Rabu (12/6/2024).
Meskipun sederhana, acara tersebut turut dihadiri Founder Cokelat Mojopahit, Mulyono, S.H., warga, serta ketua RT dan RW setempat.
Cholis Idham, S.H., selaku owner Griyo Kopi-Cokelat de Kajoetangan mengungkapkan konsep café tersebut tidak hanya bertujuan untuk bisnis semata, melainkan juga untuk mengedukasi pengunjung tentang produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bekerja sama dengan Griyo Kopi-Cokelat.
“Kita tidak hanya menjual kopi dan coklat saja. Kita menyediakan wadah untuk UMKM sekitar untuk bekerja sama dan menjajahkan barang dagangannya,” ungkapnya.

Cholis Idham juga menuturkan lokasi berdirinya Griyo Kopi-Cokelat memiliki nilai sejarah tersendiri. Rumah tersebut dulunya merupakan rumah kakek dari istrinya, Mbah Marwiyah, yang dikenal sebagai pembuat kue basah dan tukang jahit pada tahun 1940.
“Dulunya rumah Mbah Marwiyah, kakek dari istri saya ini membuka jasa tukang jahit, tetapi Mbah Marwiyah lebih dikenal orang-orang sekitar karena membuat kue basah,” candanya.
Sementara itu, Founder Cokelat Mojopahit, Mulyono, S.H., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan untuk bekerja sama dengan Griyo Kopi. Mulyono menceritakan perjalanan Cokelat Mojopahit, yang dinamai demikian karena kecintaannya terhadap Mojokerto.
“Jika Malang ada Singosari, maka Mojokerto juga ada Majapahit,” katanya sambil bercanda.
Mulyono juga mengungkapkan perjalanan Cokelat Mojopahit tidaklah mudah. Selama 13 tahun, dia dan timnya menghadapi banyak rintangan dan membutuhkan 5 tahun untuk mempelajari pengolahan kakao agar produknya diterima masyarakat.

Dalam proses pengolahan biji coklat, Mulyono tidak hanya menggunakan kakao dari kebunnya sendiri, tetapi juga menggandeng petani-petani coklat di Mojokerto.
Visi misi Cokelat Mojopahit dalam kerja sama ini adalah untuk menjadi pelopor utama dalam produksi olahan kakao dan cokelat couverture di Indonesia serta melakukan terobosan dalam bidang nutrisi dan inovasi olahan kakao dan cokelat.
“Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya bangga, karena kita merupakan produsen kakao terbesar No.3 di dunia. Coba kita lihat saat kita liburan ke luar negeri, pasti rata-rata cokelat di toko oleh-oleh berasal dari Indonesia,” candanya.

Acara ini ditutup dengan doa bersama dan harapan agar Griyo Kopi-Coklat de Kajoetangan dapat menjadi tempat yang tidak hanya menyajikan kopi dan cokelat berkualitas, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan UMKM di Malang.














