GELAR PAMERAN SENI, STUDIO DINDING LUAR GANDENG 5 KAMPUS DAN PEMERINTAH JUNREJO

PEMDES JUNREJO: PAMERAN SENI DAPAT MENAMBAH PENDAPATAN DESA

SIARINDOMEDIA.COM – Studio Dinding Luar (SDL) menggelar pameran seni berkolaborasi dengan lima perguruan tinggi di Jawa Timur. Acara berjudul ‘Final Countdown’ ini berlangsung di gedung Pethak Art Space, Jalan Diponegoro No. 45, Junrejo, Batu, Jumat (24/5/2024).

Pameran seni ini dilaksanakan selama 15 hari, mulai tanggal 17 hingga 31 Mei 2024, dengan memamerkan sejumlah karya seni dari 17 seniman.

Seniman-seniman tersebut berasal dari lima universitas, yaitu Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW), dan Universitas Adi Buana.

Ketua Pelaksana Pameran Seni, Aling Arafah yang sering dipanggil Aling, menjelaskan acara tersebut adalah kolaborasi untuk menampilkan karya-karya mahasiswa tingkat akhir, sesuai dengan tema pameran ‘Final Countdown’. Tema ini mengisyaratkan langkah terakhir atau persiapan terakhir.

“Harapan kami adalah agar karya-karya ini bisa dinikmati oleh banyak orang,” ujarnya.

Karya seni di 'Final Countdown'
TUGAS AKHIR. Karya seni yang dipajang di Pameran Seni ‘Final Countdown’ yang digagas Studio Dinding Luar. Foto: Muhamad Rizqi

Aling menjelaskan fokus utama dari pameran seni kali ini adalah perjualbelian karya seni sekaligus pengapresiasian terhadap karya seni. Selain itu, Aling juga mengungkapkan SDL menjalin kerjasama dengan komunitas pecinta seni di Jakarta.

“Bertepatan hari ini, pameran ini dihadiri oleh kolektor seni dari Jakarta yang berkunjung untuk melihat-lihat jika cocok mungkin juga akan membelinya,” candanya.

“Jujur, di kota Malang, pameran seni kurang banyak dibandingkan di Jogja atau Jakarta. Kami berharap lebih banyak orang bisa mengapresiasi seni itu sendiri di sini. Sebagian besar kolektor sekarang berasal dari Jakarta dan mereka juga ingin ada di Malang, di mana mereka bekerja atau menikmati karya seni. Kami ingin Malang lebih bisa memaknai seni dan lebih mengapresiasi seni itu sendiri,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Junrejo, Andi Faisal Hasan, yang sering dipanggil Faisal, juga turut hadir dalam pameran seni tersebut.

Dalam obrolannya Faisal juga menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap seni sebagai bagian dari budaya lokal yang kaya akan nilai-nilai dan ekspresi kreatif.

Melalui kerjasama dengan SDL dan UB, pemerintah desa berharap dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi seniman lokal untuk mengekspresikan bakat mereka dan memperoleh pengakuan yang pantas atas karya-karya mereka.

Andi Faisal Hasan
BEREFEK POSITIF PADA PENDAPATAN DESA. Kepala Desa Junrejo Andi Faisal Hasan berfoto di tengah karya seni Pameran Seni ‘Final Countdown. Foto: Muhamad Rizqi

Dengan demikian, diharapkan kesadaran dan apresiasi terhadap seni dapat tumbuh dan berkembang di tengah Masyarakat, lebih subur bagi perjalanan seni dan budaya.

“Pemerintah desa mengharapkan melalui kerja sama ini, mereka dapat meningkatkan profesionalisme dalam penyelenggaraan pameran seni di masa mendatang. Ini merupakan langkah awal yang penting, terutama karena pameran seni di Junrejo merupakan yang pertama kalinya, yang dilakukan sambil belajar dan berkolaborasi dengan SDL,” kata Faisal.

“Pemerintah desa juga berupaya untuk menggali pendapatan desa melalui berbagai cara, termasuk melalui kegiatan seni dan budaya seperti ini. Dengan demikian, diharapkan kerja sama ini dapat membawa manfaat yang nyata bagi pengembangan seni dan ekonomi lokal di Junrejo,” pungkasnya.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *