DISHUB KOTA MALANG SEBUT PENGGUNA E-PARKING CAPAI ANGKA 80 RIBU PERHARI

SIARINDOMEDIA.COM – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaya, mengungkapkan pencapaian yang progresif terkait penggunaan sistem parkir elektronik (e-parking) di Kota Malang.

Dalam pernyataannya, Widjaya menyebut pengguna e-parking saat ini telah mencapai angka 80 ribu per hari di 6 titik e-parking seluruh Kota Malang.

“Dari yang kita siapkan 6 e-parking. Itu sehari paling banyak 80 ribu yang pakai. Jadi e-parking itu sudah kita lakukan sejak dua tahun yang lalu,” terang Widjaya pada awak media di Ballroom hotel Atria, Rabu (22/5/2024).

“Mulai dari (e-parking) Madyopuro, MCC, Bloc Office, RSUD Saiful Anwar,” sambungnya.

Lebih lanjut, eks Sekretaris Diskominfo Kota Malang tersebut mengatakan akan terus mengembangkan sistem e-parkir atau pembayaran via Qris ini di beberapa lokasi parkir di Kota Malang.

Langkah pertama sejauh ini yang dilakukan Dishub Kota Malang untuk menerapkan sistem Qris di tepi jalan adalah dengan pendataan lokasi dan juru parkir.

“Yang Qris akan kita lakukan adalah yang di tepi jalan. Kita sudah melakukan pendataan; mulai dari berapa juru parkirnya hingga potensi pendapatannya,” ucap Widjaya.

Sementara untuk pendapatan retribusi parkir di Kota Malang sendiri pada bulan Mei menyentuh angka 23% dari 17 Miliar.

“Bulan Mei itu sebanyak 23% dari 17 Miliar dari retribusi parkir,” urai eks Kabag Pembangunan Pemkot Malang.

Pj Kota Malang & Kadishub
TINGKATKAN PAD. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Kepala Dishub Kota Malang, Widjaya, memberikan keterangan kepada awak media. Foto: Izzuddin

Sementara itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menilai peralihan sistem pembayaran parkir melalui Qris di lokasi pinggir jalan ini tengah mengalami kesulitan. Baik di pihak jukir maupun masyarakat itu sendiri.

Karena itu, Wahyu menghimbau agar para jukir dan masyarakat dapat beradaptasi dalam sistem yang akan diberlakukan oleh Dishub ke depan.

“Kita masih uji coba. Karena belum terbiasa jadi belum optimal. Tapi harus kita biasakan. Karena memulai yang baru itu kan kadang kala sulit apalagi menggunakan perangkat yang berbeda,” papar Wahyu pada awak media.

“Tapi tetap kita upayakan, karena dalam penggunaan Qris itu banyak hal yang positif. Tapi tetap perlu pembiasaan,” pungkasnya.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *