SIARINDOMEDIA.COM – Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Bango, yang merupakan kerja sama antara Perumda Tugu Tirta dengan Perum Jasa Tirta (PJT) I sampai saat ini belum kunjung ada kejelasan.
Proyek dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp74 miliar tersebut dikabarkan mandek karena belum mengantongi izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Meski demikian PJ Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat membantah bahwa proyek WTP tersebut merupakan proyek yang mangkrak.
“Oh nggak… Nggak dibiarkan. Progresnya terus. Kita beberapa waktu lalu kita rapat,” terang Wahyu pada awak media selepas rapat paripurna di gedung DPRD Kota Malang, Senin (13/5/2024).
“Dan tiap-tiap OPD ini saya perintah segera melaksanakan, secepatnya dan dikoordinasikan,” sambungnya.
Lebih lanjut, terkait perizinan Amdal sendiri, Wahyu mengatakan perlu adanya pendekatan yang cukup detail. Karena setiap permasalahan dan kebutuhan proyek berpengaruh terhadap perizinan yang dikeluarkan.
“Memang itu persyaratan Amdal kan banyak. Ada beberapa persyaratan yang memang belum dipenuhi. Apabila terpenuhi akan kita selesaikan,” papar eks Sekda Kabupaten Malang tersebut.
“Misalnya dari luas lahan yang ada diperlukan jenis Amdalnya sendiri. Apalagi tidak dipenuhi maka Amdal tidak bisa keluar,” sambungnya.
Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika juga menyoroti proyek yang sudah berjalan sejak 6 Agustus 2023 ini.
“Kemarin itu salah satu bagian yang kita soroti. Bagaimana WTP ini kita minta komisi A bidang Pemerintah dan Hukum dan komisi B untuk segera menyelesaikan permasalah yang belum selesai,” ucap Made pada wartawan.
“Kita harapkan WTP ini kalo memang tidak ada masalah ya segera dilaksanakan. Karena ini dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.

Terkait kasus hukum pada proyek yang berada di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini, Made mengatakan belum sampai di telinga DPRD Kota Malang.
“Sampai saat ini kami belum mendengar. Tapi yang jelas terkait Amdal lingkungannya yang belum ada,” pungkasnya.














