SEJARAH SHABU-SHABU, KULINER KHAS JEPANG YANG MENDUNIA

SIARINDOMEDIA.COM – Shabu-shabu adalah kuliner khas Jepang yang hangat dan menyegarkan. Shabu-shabu telah menjadi favorit di banyak restoran, bahkan di Indonesia.

Shabu-shabu pertama kali dtemukan pada tahun 1950-an di Osaka, Jepang. Kuliner ini termasuk dalam kategori nabemono, yaitu jenis makanan yang dimasak dan disajikan dengan panci besar. Shabu-shabu terdiri dari irisan tipis daging sapi dan aneka sayuran yang direbus bersamaan.

Nama ‘shabu-shabu’ sendiri berasal dari suara mendesir ‘swish swish’ atau ‘shabu shabu’ dalam pelafalan orang Jepang, yang dihasilkan saat daging diayun-ayunkan ke dalam panci berisi air hingga setengah matang. Proses ini menghasilkan cita rasa daging yang juicy dengan lemak yang masih meleleh saat disantap.

Pada tahun 1952, restoran Suehiro di Osaka, yang masih beroperasi hingga saat ini, secara resmi menjual shabu-shabu untuk komersil dan berhasil mendapatkan merek dagang untuk masakan ini pada tahun 1955.

Setelah tahun 1955, shabu-shabu menyebar ke Tokyo dan kemudian menjadi hidangan yang dicintai di seluruh Jepang.

Shabu-shabu terinspirasi dari sajian Tiongkok shuan yang rou, di mana irisan tipis daging domba disajikan dalam panci berisi kaldu mendidih yang dinikmati saat musim dingin.

Dulu, shabu-shabu dimasak di atas kompor arang.

Sajian shabu-shabu tak hanya terdiri dari daging sapi dan sayur-mayur saja. Kini, banyak inovasi shabu-shabu dengan menambahkan bahan-bahan lain seperti daging ayam, seafood, hingga daging babi, sehingga rasanya pun lebih kaya dan bervariasi.

Dengan sejarah yang kaya dan proses memasak yang unik, shabu-shabu tidak hanya menawarkan kelezatan tetapi juga budaya kuliner yang mendalam sejak 1950.

Dari Osaka hingga seluruh dunia, shabu-shabu terus menjadi simbol kuliner khas Jepang yang menggugah selera dan menghangatkan jiwa.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *