SIARINDOMEDIA.COM – Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang turut serta dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan dengan menggelar kegiatan berbagi takjil gratis di ruas jl. Majapahit-Tumapel, Selasa (2/4/2024).
Ratusan umat lintas agama Kota Malang hadir untuk menyalurkan sebanyak 1.110 bingkisan takjil kepada masyarakat yang melintas di sekitar Balai Kota Malang tersebut.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) FKAUB Malang, Pendeta David Tobing, S.Th., M.Pd., mengungkapkan bahwa agenda ini sebagai bentuk memperingati HUT Kota Malang ke-110 dan bulan Ramadhan 1445 Hijriyah.
“Agenda ini (berbagi takjil gratis) dalam rangka HUT Kota Malang ke-110 dan dalam rangka bulan suci Ramadan 1445 H tahun 2024,” terang David pada awak media.
“Ini adalah agenda kedua setelah tahun lalu diadakan di tempat yang sama,” imbuhnya.

Suasana hangat terpancar di wajah para relawan dari berbagai organisasi lintas agama yang sangat antusias menyambut para pengendara yang melewati lokasi.
Mereka memberikan takjil serta senyuman tulus sebagai ungkapan kebersamaan dalam keberagaman.
Tak hanya sebagai ajang berbagi, kegiatan ini juga menjadi momen penting dalam memperkuat jalinan kerukunan dan persaudaraan antar umat beragama.
Atmosfir kegembiraan juga terpancar dari tatapan bahagia para penerima takjil yang melintasi sepanjang jalan Majapahit-Tumapel.

“Acara ini didukung oleh berbagai elemen lembaga agama maupun lembaga sosial masyarakat, seperti WKRI, WHDI, LDII dan ada juga mahasiswa UNIKAMA dan organisasi kepemudaan lainnya,” urai David.
“Jadi acara ini kita ambil dari berbagai unsur-unsur agama dan kemasyarakatan di Kota Malang,” tambahnya.
Lebih jauh lagi, melalui giat ini, Sekjen FKAUB Malang berharap dapat konsisten memberikan kontribusi positif serta contoh nyata tentang pentingnya kerukunan antar umat beragama dalam membangun masyarakat yang damai dan harmonis khususnya bagi generasi muda.
“Selain dalam rangka memperingati HUT Kota Malang dan juga bulan suci Ramadan, kita juga rindu menanamkan semangat, spirit kebersamaan bagi anak-anak muda maupun tunas-tunas muda untuk mulai sejak dini belajar berdampingan dalam perbedaan,” ujar dosen agama Kristen UNIKAMA tersebut.

“Supaya di masa yang akan datang, muncul orang-orang yang mencintai perbedaan dan memperjuangkan moderasi agama, baik di bumi Arema maupun di bumi Nusantara,” tutupnya.













