SIARINDOMEDIA.COM – Penduduk Gaza Palestina menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan kisah getir dan kesedihan. Selain tak bisa beribadah dengan tenang karena terus-terusan dibombardir, mereka juga terancam kelaparan akibat pembatasan ketat Israel terhadap masuknya bantuan kemanusiaan.
Hari Senin (11/3/2024) menandai awal bulan puasa di Gaza. Namun 2,2 juta penduduknya kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, listrik, tempat tinggal, terputusnya akses layanan kesehatan, dll.
Agresi brutal Israel selama lebih dari lima bulan telah menyebabkan kelaparan ekstrem menimpa penduduk Gaza, terutama di kalangan anak-anak. Banyak di antara mereka yang meninggal karena malnutrisi dan dehidrasi. Hal ini diperparah dengan kebijakan negara zionis itu memblokir atau membatasi ketat masuknya pasokan makanan dan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Sampai-sampai Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, menyebut situasi Ramadhan tahun ini di Gaza sangat buruk bagi warganya.
“Kelaparan ekstrem, pengungsian, ketakutan dan kecemasan merajalela,” tulisnya di akun media sosialnya.
Lazzarini mengatakan bulan Ramadhan mustinya diiringi dengan gencatan senjata karena warga sipil adalah yang paling menderita.
The Holy month of #Ramadan is here. It’s the month of peace & giving with families coming together.
For the people of #Gaza, it comes as extreme hunger spreads, displacement continues & fear + anxiety prevail amid threats of a military operation on #Rafah
This month should… pic.twitter.com/qjG7V7AGhT— Philippe Lazzarini (@UNLazzarini) March 10, 2024
Sementara itu dari Rafah, Nader Abu Sharekh, salah seorang pemuka agama, mengatakan “dunia telah melupakan Gaza”.
“Kami sudah tidak punya apa-apa lagi, bahkan sekedar air minum. Orang-orang terpaksa makan pakan ternak,” katanya kepada Al Jazeera.
Abu Sharekh meminta kepada umat Muslim di seluruh dunia untuk tidak ikut-ikutan memalingkan muka atas penderitaan yang dialami warga Gaza, apalagi di bulan suci ini.
“Israel terus membantai rakyat kami, wanita dan anak-anak. Tidak ada satu pun rumah (keluarga) yang tidak berduka atas kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Dan yang lebih parah, kami semua sekarang terancam mati kelaparan,” ucapnya.
“Penduduk Gaza menyambut datangnya bulan Ramadhan kali ini dengan kesedihan, penderitaan, kelaparan, dan kehilangan begitu banyak nyawa,” tandasnya. (TON)












