MENGENAL LEBIH DEKAT TOKOH SAPTA DARMA KOTA MALANG, PENGANUT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA

SIARINDOMEDIA.COM – Siarindo Media mendapat kesempatan berdiskusi dan berdialog secara langsung bersama dua tokoh komunitas Sapta Darma Kota Malang untuk mengenal lebih dekat salah satu agama yang sudah diakui di Indonesia yaitu kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kesempatan ini Direktur Siarindo Media Abdul Muntholib berbincang secara langsung dengan Muhammad Djayusman, Tuntunan Kerohanian Sapta Dharma Kota Malang dan Andik Heru, Ketua Persatuan Warga Sapta Darma (Persada) Kota Malang. Perbincangan berlangsung di Sekretariat Kantor Bersama 3 Lembaga Kerohanian Sapta Darma Kota Malang, Sabtu (17/2/2024).

Ada tiga segmen yang dibahas dalam diskusi ini. Pertama mengenai sejarah kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kedua tentang ajaran-ajaran Sapta Darma dan ketika tentang relasi komunitas Sapta Darma dalam lingkup sosial.

Pada dua poin pertama, pemaparan disampaikan langsung oleh Djayusman. Pria yang tinggal di Kecamatan Klojen tersebut menuturkan dengan penuh kerendahan hati dan kebijaksanaan, membagikan pemikiran dan keyakinan tentang konsep kesejatian Tuhan.

“Salam waras,” ucap Djayusman saat mengawali perbincangan.

“Jadi Sapta Darma ini terus terang merupakan salah satu Wahyu. Begitu menurut kami sebagai warga Sapta Darma,” imbuhnya saat memulai pembicaraan tentang sejarah Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Kemudian, Djayusman menambahkan bahwa awal mula turunnya Wahyu tersebut didapat di sekitar Desa Koplakan, Pandean, Pare, Kediri. Pada tanggal 27 Desember 1952, ada seorang yang bernama Harjo Sepuro. Tengah malam, dia sedang tidur di tengah rumahnya yang berupa bilik. Dia menggelar tikar.

Sekitar pukul 01.00 malam, Harjo Sepuro dibangunkan oleh suatu kekuatan yang tidak bisa ditolak. Dia didudukkan bersila, bersedekap menghadap ke timur. Setelah duduk bersila, mengucapkan ‘Allah Yang Maha Agung. Allah Yang Maha Rahim. Allah Yang Maha Adil’.

Junjungan Sapta Darma
ASAL KEDIRI. Foto junjungan ajaran Sapta Darma dari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Harjo Sepuro. Foto: Rama Panji

Harjo Sepuro kemudian dibungkukkan lagi oleh kekuatan. Bungkuk pertama mengucap ‘Yang Maha Suci sujud Yang Maha Kuasa’, tiga kali menggunakan bahasa Jawa.

Duduk tegak lagi, dan kemudian bungkuk kedua, mengucapkan ‘Kesalahane Yang Maha Suci, nyuwun ngapura Yang Maha Kuasa’, selama tiga kali.

Tegak. Kemudian bungkuk ketiga, mengucapkan ‘Yang Maha Suci mertaubat, Yang Maha Kuasa’.

Seperti itu sampai puku 05.00 pagi. Tiga kali bungkukan seperti itu.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *