KURSI EXHIBITION, TUANGKAN KARYA MELALUI KURSI SEBAGAI MEDIA

SIARINDOMEDIA.COM – Para seniman Pondok Seni Batu menggunakan kursi sebagai media untuk menuangkan karya seni dengan menamakannya Kursi Exhibition. Hal ini selaras dengan situasi yang ada saat ini, yaitu bertepatan dengan pesta politik seniman memiliki cara tersendiri untuk mengekspresikan sebuah karya.

Para seniman Pondok Seni Batu menggelar Kursi Exhibition di Galeri Raos Kota Batu selama enam hari. Pameran seni ini mulai buka tanggal 10 hingga 16 Februari 2024. Harga tiket masuk dipatok Rp5000 per orang.

“Ada 34 karya yang dipajang di Pondok Seni Batu ini. Sebenarnya konsepnya sederhana, karena ini komunitas pondok seni. Jadi kami mengadakan pameran dan medianya biasanya kan di kanvas. Kami menggunakan media kursi biasa, kemudian kita gambar agar menjadi luar biasa,” ucap Watoni salah satu seniman.

Kursi exhibition tidak memiliki tema tertentu yang diusung. Seniman dibebaskan untuk berkarya sekreatif mungkin. Sehingga kursi di sini direspon menjadi dua sudut pandang yaitu kursi sebagai tempat duduk dan kursi sebagai metaphor.

Kursi sebagai metaphor maksudnya kursi diartikan sebagai kekuasaan sehingga beberapa karya ada yang mengarah ke politis.

Karya seniman Batu
MAKNA TERSIRAT. 34 karya dari berbagai seniman Kota Batu menghiasi Galeri Raos Pondok Seni Kota Batu. Ayu Setia Ningsih

“Kursi yang digunakan sendiri adalah kursi bekas, di Pondok Seni ini dari berbagai macam kalangan. Ada yang pelukis, guru, kebetulan karya yang dipajang disini adalah karya seniman Kota Batu. Jadi kebetulan yang pameran ini yang tua sama yang muda campur. Untuk pengaturan tata letak diatur oleh para seniman sendiri,” imbuh Watoni

Link Banner

Watoni menjelaskan Karya Pictolo yang dibuatnya. Kata Pictolo dari kata picture dan victory yang ditambah lo.

“Tokoh ini sebenarnya adalah alter ego saya, jadi karya saya mesti ada tokoh pictolo. Dan dia nggak lengkap. Mulut dan hidungnya tidak ada. Jadi konsepnya sebenarnya tentang eksistensi seseorang. Orang dari zaman dulu sampai sekarang kan ingin memiliki eksistensi. Ini lo aku ada di dunia, sampai foto selfi segala macam,” jelasnya.

Dia melanjutkan, ada sesuatu yang tidak boleh diketahui oleh orang lain atau privasi kita.

“Makanya di wajah ini digambarkan tidak lengkap. Seperti ketika kita memakai masker, tidak tahu itu teman kita atau bukan. Ekspresi seperti apa ketika sedang memakai masker kita juga tidak tahu karena ada sisi yang disembunyikan,” ucapnya.

Link Banner
Watoni dan karyanya
EKSPRESI DIRI. Karya Pictolo milik Watoni yang menggambarkan alter ego dan selalu memiliki ciri khas tokoh Pictolo di setiap karyanya. Foto: Ayu Setia Ningsih

Untuk karya Pictolo sendiri, Watoni menjelaskan, membutuhkan waktu kurang lebih tiga hari untuk menyelesaikannya. Sedangkan cat yang digunakan adalah cat akrilik, jadi basisnya air. Setelah itu finishingnya dipilox.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *