SIARINDOMEDIA.COM – Seloaji sebagai pegiat seni muda di Kota Batu memasuki tahun kedua kepengurusan. Di tahun kedua ini Seloaji mengadakan pertemuan pertama sebagai pengurus baru membahas upaya pelestarian budaya melalui program kerja (proker) kedepannya di Kota Batu, Sabtu (4/2/2024) malam.
Pertemuan dihadiri sekitar 20 an orang yang berasal dari pemuda Malang Raya seperti Kota Batu dan Kota Malang. Pemuda Seloaji juga berasal dari tingkatkan pelajar yang berbeda mulai dari SMP hingga mahasiswa.
Pembahasan terutama tentang program kerja untuk melestarikan kesenian yang ada di Malang Raya, khususnya Kota Batu.
Seloaji membahas dua proker alur kerja yaitu mandiri dan kolaborasi. Nantinya proker mandiri ini akan dilaksanakan sendiri oleh pengurus Seloaji.
Sementara untuk alur kerja kolaborasi, Seloaji akan menjalin kerjasama dengan penggerak seni baik di Kota Batu maupun daerah lain seperti sanggar, organisasi luar, dan Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB).
Setelah menentukan alur kerja maka segera dibentuk progran kerja yang kemudian akan dirapatkan kembali oleh kepala setiap bidang Seloaji bersama Badan Pengurus Harian (BPH) Seloaji.
“Untuk proker sendiri nanti akan dibagi menjadi tiga yaitu proker jangka pendek, menengah dan jangka panjang, ” ujar Ali, Ketua Seloaji
Uniknya dalam organisasi ini pelaksanaan program kerja adalah saling membantu dan tidak terpaku pada penempatan posisi kepengurusan. Seloaji menggunakan prinsip MAMAKO (Mau, Mampu, Kober).
Karena sudah menjalin beberapa kerja sama, Seloaji akan membuat film dokumenter ‘Sumber Dampul’ bersama Nawadya, pembuatan Nyantrik film bersama Nawadya dan yang terakhir menjadi crew dari kegiatan uni kompetisi tari 7 Ginaris Art Indonesia bersama Ginaris Art Indonesia.












