MAHASISWA ITS GAGAS DETEKTOR HEMOGLOBIN DENGAN KECERDASAN BUATAN TERTANAM

DETEKTOR HEMOGLOBIN NON-INVASIF KURANGI LIMBAH MEDIS

KURANGI LIMBAH MEDIS

Untuk mengetahui kadar hemoglobin melalui alat tersebut, lanjut Huda, spektrum cahaya yang masuk nantinya akan diterima oleh sensor dalam alat dan dianalisis pola dari masing-masing spektrumnya. Setelah dilakukan analisis, selanjutnya akan keluar kadar hemoglobin yang sedang membawa oksigen dan yang tidak membawa oksigen. Dari situ dapat dilihat kadar hemoglobin hingga prediksi anemianya.

Detektor hemoglobin non-invasif terbukti menghasilkan limbah lebih sedikit daripada detektor hemoglobin invasif. Penggunaan alat non-invasif akan mengurangi jumlah limbah medis yang dihasilkan, seperti test strip dan peralatan sekali pakai yang digunakan dalam prosedur invasif.

“Dengan adanya alat ini tentunya akan mengurangi limbah sampah medis yang ada di Indonesia,” imbuhnya.

Tim Hemoglobest ITS
RAIH PERAK DI PIMNAS 2023. Tim Hemoglobest ITS bersama dosen pembimbingnya Astria Nur Irfansyah ST MEng PhD (kanan). Foto: Ist/HumITS

Berkat dedikasi penuh dari seluruh anggota tim yang dipandu oleh dosen dari Departemen Teknik Elektro ITS Astria Nur Irfansyah ST MEng PhD, pengembangan detektor hemoglobin ini berhasil dicapai.

Hebatnya, kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) tersebut sukses meraih medali perak pada kategori Presentasi pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-36 tahun 2023 lalu. (*)

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *