MENGENALI KESENIAN JARAN DOR KHAS KOTA BATU DAN FUNGSINYA

SIARINDOMEDIA.COM – Salah satu kesenian yang berasal dari Kota Batu adalah Jaran Dor. Namun, keberadaanya sekarang sudah jarang sekali terlihat. Karena itu, Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) berusaha untuk mengenalkan kembali kesenian yang sudah lama ditinggalkan tersebut.

“Jaran Kepang yang digunakan dalam pentas kesenian Jaran Dor terdiri dari dua kata jaran dan kepang. Jaran sendiri memiliki arti hewan kuda atau turonggo yang juga bisa dimaknai ajaran. Sedangkan kepang bermakna merajut atau menganyam.” jelas Sunarto dari DKKB.

Bahan jaran kepang terbuat dari bambu yang diolah secara rapi, halus, dan dipecah menjadi ukuran yang diinginkan. Bambu sendiri dalam Bahasa Jawa artinya “Pring Deling” yang harapannya agar kita semua bisa ingat kepada Tuhan dan sesama manusia.

Fungsi dari jaran kepang tentunya berbeda dengan jaran biasa, jaran kepang memiliki fungsi sebagai kumpulan klangenan hiburan, ngamen atau tanggapan, perjuangan pada masa penjajahan (sebagai mata-mata), dan sebagai syiar agama.

Selain itu, pada pertunjukan jaranan ada yang namanya caplokan berbentuk naga atau ular. Naga sendiri memiliki filosofi noto rogo dalam Bahasa Indonesia berarti menata raga. Sedangkan ular adalah ular-ular, dalam Bahasa Indonesia berarti petuah.

Setelah caplokan ada juga celengan yaitu hewan babi. Celengan dalam Bahasa Jawa bisa dirtikan sebagai tabungan, filosofinya kita sebagai manusia hendaknya berlaku jujur dengan keteraturan.

Yang terakhir ada pecut, dalam bakronim Bahasa Jawa yaitu “ngempet barang sing kebacut, ngempet barang sing durung kebacut.”

Bahan pecut dari benang, ben tenang ben menang yang dimaknai menang dalam kenyataan sesungguhnya dan menang di banyak hal yang positif. Bunyi pecut yang  menggelegar yaitu “Darr” dimaknai sadar dari banyak hal yang positif.

Uniknya, ketika pentas menyembunyikan pecut harus digenggam yang memiliki makna bahwa karya apapun yang kita lakukan juga digenggaman-Nya.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *