SIARINDOMEDIA.COM – Komentar Jokowi soal debat ketiga Pemilihan Presiden (Pilpres) pada Minggu, (7/1/2024) menarik perhatian publik. Orang nomor satu di Indonesia ini menilai bahwa para calon presiden (capres) kurang menampilkan substansi dan visi. Sebaliknya, debat ini justru menyerang personal antar capres yang lain di luar konteks yang sedang diperdebatkan.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan debat di antaranya adalah memainkan psikologis lawan.
Melansir dosen.ung.ac.id, strategi ini penting dilakukan agar bisa mempengaruhi emosi, pemikiran, dan perilaku lawan untuk mendukung posisi atau argumen Anda.
Namun, jangan lupa untuk tetap mengedepankan etika dan kesopanan selama berbicara. Lantas, apa saja strategi debat yang melibatkan psikologi yang perlu dikuasai
Berikut ulasannya:
1. Respon yang bijaksana
Selain etika dan kesopanan, respon yang bijaksana atas argumen lawan juga tak kalah penting untuk tetap dijunjung saat melakukan debat. Caranya adalah dengan menghindari reaksi emosional yang berlebihan selama debat berlangsung.
Anda juga harus berusaha untuk tetap kalem untuk menunjukkan kejernihan pikiran dalam menyampaikan argumen. Karena pikiran yang kalut akan membuat Anda melontarkan argumen yang bisa menjadi bumerang untuk diri sendiri.
2. Colek sisi intelektual lawan
Kedua, coba cermati kelemahan dan kekurangan lawan dalam mengemukakan argumen. Hal ini akan memunculkan keraguan lawan tanpa perlu menyerang secara langsung.
Caranya adalah dengan bertanya hal yang dapat merangsang pemikiran kritis dan membuat lawan merasa perlu untuk mempertahankan argumennya. Ini akan membuat debat lebih bijak dibanding menyerang personal atau saling sindir yang tidak ada kaitannya dengan topik yang sedang dibahas.

3. Pakai analogi atau perumpamaan
Analogi atau perumpamaan bisa membuat argumen Anda menjadi lebih kuat. Analogi juga bisa membantu membangun lawan untuk cenderung mendukung pandangan Anda.
4. Lakukan teknik membalik keadaan
Jika Anda mulai merasa terancam karena lawan memiliki argumen yang kuat dan efektif, coba pertimbangkan untuk membalik keadaan dengan melihat perspektif yang lain. Hal ini bertujuan untuk mendapat dukung atas argumen yang sedang Anda sampaikan.
Demikian 4 strategi debat yang melibatkan psikologi yang bisa diterapkan, termasuk pada debat pilpres.














