3 BUMBU DAPUR YANG DAPAT MEMICU DEMENSIA DINI

SIARINDOMEDIA.COM – Demensia adalah suatu kondisi penurunan fungsi otak yang mengganggu kemampuan individu untuk berpikir, merencanakan, mengingat, berkomunikasi, dan melakukan aktivitas sehari-hari.

Demensia umumnya berkembang secara perlahan-lahan. Gejala demensia meliputi kehilangan ingatan, kebingungan, kesulitan dalam berbicara dan menjalankan tugas-tugas sehari-hari, serta perubahan dalam mood dan perilaku.

Penyebab demensia bermacam-macam, mulai dari faktor genetik atau bahkan pola makan yang tidak sehat karena beberapa bumbu dapur tertentu ternyata dapat meningkatkan risiko terkena demensia dini.

Beberapa bumbu dapur yang diketahui dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko demensia dini adalah:

1. Garam berlebih

Konsumsi berlebihan garam sangat tidak baik karena dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang jika tidak terkontrol akan berisiko mengalami demensia dini, hingga stroke.

2. Gula yang tinggi

Asupan gula yang tinggi juga dapat menyebabkan meningkatnya risiko terkena demensia. Konsumsi gula berlebihan sangat berdampak buruk pada kesehatan otak, karena dapat menurunkan fungsi kognitif.

3. MSG

MSG atau Monosodium Glutamate sering digunakan sebagai bahan tambahan makanan untuk memberikan rasa umami, yang merupakan rasa keempat selain manis, asin, dan asam.

MSG biasanya ditemukan dalam makanan siap saji, seperti mie instan, makanan kaleng, saus, atau makanan dengan cita rasa oriental.

Makanan mengandung perasa buatan
SILENT KILLER. Makanan yang banyak mengandung perasa buatan juga beresiko terhadap percepatan penurunan fungsi otak. Foto: Getty Images

Meskipun aman untuk dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, MSG dapat menyebabkan efek samping tertentu pada beberapa orang seperti sakit kepala, tekanan darah tinggi, atau gangguan tidur, hingga demensia.

Namun, perlu diingat bahwa penyebab demensia sangat kompleks dan bumbu dapur hanya merupakan salah satu faktor potensial yang dapat mempengaruhi risiko demensia.

Penting untuk menjaga diet yang seimbang dan sehat secara keseluruhan, serta mengkonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pola makan yang baik untuk otak.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *