SIARINDOMEDIA.COM – Hanya beberapa saat gencatan senjata berakhir, Israel langsung kembali menggempur Gaza. Akibatnya, 184 warga sipil tewas dan ratusan lainnya terluka, serta puluhan bangunan luluh lantak dihajar serangan udara.
Demikian disampaikan pejabat Kementerian Gaza, Jumat (1/12/2023) petang waktu setempat. Dari korban tewas dan luka-luka, sebagian besarnya adalah perempuan dan anak-anak.
Gencatan senjata sementara Israel-Hamas yang dimediasi Qatar, dibantu AS dan Mesir, berlangsung selama 1 pekan. Gencatan senjata tersebut dimaksudkan untuk pembebasan sandera dari kedua belah pihak serta untuk memberi jalan konvoi bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza yang terperangkap di tengah perang.
Kementerian Kesehatan Palestina yang dijalankan Hamas mengungkapkan dalam sebuah postingan di media sosial bahwa jatuhnya korban jiwa terjadi hanya dalam tiga jam pertama setelah gencatan senjata berakhir.
Qatar berupaya agar gencatan senjata diperpanjang. Namun ditolak Israel karena menuding Hamas kerap melanggar perjanjian penghentian serangan, sesuatu yang sebenarnya juga dilakukan negara zionis tersebut.
Kembalinya pertempuran di Gaza membuat PBB prihatin dan menyebutnya sebagai ‘bencana’. PBB mendesak negara-negara yang memiliki pengaruh terhadap kedua pihak yang berseteru untuk melipatgandakan upaya untuk kembali menghentikan konflik demi kemanusiaan.
Komisi Tinggi PBB untuk Hak-hak Asasi Manusia, Volker Turk, mengatakan akan lebih banyak lagi warga Gaza yang terbunuh dan memicu mereka mengungsi ke daerah padat penduduk yang tidak memiliki sanitasi memadai.
“Situasinya sudah benar-benar mengerikan,” ujarnya.
Akan tetapi pihak militer Israel bersikeras melanjutkan serangan untuk “menghancurkan Hamas”.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan tujuan operasi tempur adalah “untuk membebaskan para sandera, melikuidasi Hamas” dan untuk memastikan warga Israel tidak lagi terancam oleh serangan dari Gaza.
Sementara itu, Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan pasukan Israel telah menghentikan semua pengiriman bantuan ke Gaza melalui perbatasan Rafah dengan Mesir. (TON)













