SIARINDOMEDIA.COM – Menyusul diberlakukannya gencatan senjata sementara selama empat hari antara Israel dan Hamas, pada Jumat 24 November 2023 waktu Palestina, puluhan sandera dari kedua belah pihak mulai dibebaskan.
Sejumlah sandera perang Hamas mulai dibebaskan dan akan diserahkan kepada Komite Palang Merah Internasional pada pukul 09.00 (EST). Setelah itu akan akan diikuti dengan pembebasan tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel, menurut pejabat di Qatar yang menjadi perantara kesepakatan tersebut.
Ada setidaknya 50 sandera Hamas dan 150 tahanan warga Palestina – sebagian besar perempuan dan anak di bawah umur – yang diperkirakan akan dibebaskan selama empat hari gencatan senjata.
❤️ PALESTINIAN hostage embraces her mother after being freed from ISRAEL in the hostage exchange. pic.twitter.com/hdm0o7SPv6
— Jackson Hinkle (@jacksonhinklle) November 24, 2023
IDF (Israel Defense Forces) mengkonfirmasi bahwa mereka telah menghentikan operasi militer di Gaza sesuai batas waktu yang disepakati yaitu selama empat hari. Namun mereka juga menegaskan bahwa IDF akan terus mengincar Hamas hingga ke ujung tanduk.
“IDF telah menghentikan persiapan operasionalnya sesuai dengan yang telah disepakati. Tapi pagi ini, pasukan kami telah menghancurkan jaringan terowongan teroris bawah tanah dan terowongan di kawasan Rumah Sakit Shifa. Pasukan kami akan terus mengincar berbagai sasaran teroris dari darat, udara, dan laut.” kata pejabat IDF dalam sebuah keterangan pers.
Selama gencatan senjata, Israel mengizinkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan oleh warga Gaza untuk masuk melalui penyeberangan Rafah.
“Pagi ini, 4 tanker bahan bakar dan 4 tanker gas untuk memasak, diberangkatkan dari Mesir ke organisasi bantuan kemanusiaan PBB di Gaza selatan, melalui penyeberangan Rafah Crossing.”
Bahan bakar tersebut adalah bahan bakar pertama yang diizinkan Israel masuk ke Gaza sejak perang mulai berkecamuk pada tanggal 7 Oktober lalu. Israel selama ini melarang distribusi bahan bakar karena khawatir akan digunakan oleh Hamas.
Meskipun telah disepakati gencatan senjata dan beberapa sandera dilepaskan, ini hanya sementara. Perang belum berakhir.
Juru bicara militer Israel Avichay Adraee memperingatkan dalam sebuah selebaran bahwa warga Gaza yang saat ini mengungsi ke daeran selatan tidak boleh mencoba untuk kembali ke utara.
“Ini hanya bersifat sementara. Jalur Gaza utara adalah zona perang yang berbahaya. Jangan bergerak ke utara. Demi keselamatan Anda, Anda harus tetap berada di zona kemanusiaan di selatan,” tulisnya dalam bahasa Arab.
Saat ini, beberapa warga Palestina berkumpul di luar penjara Israel yang terletak di Tepi Barat di utara Yerusalem, menunggu pembebasan 39 tahanan Palestina.
Sementara itu, Hamas sudah membebaskan 12 tahanan perang asal Thailand, dan hal tersebut sudah dikonfirmasi oleh Pejabat dari Thailand.













