SIARINDOMEDIA.COM – Tantrum adalah perilaku emosional yang meluap-luap dan tidak terkendali pada anak-anak. Biasanya terjadi ketika anak merasa frustrasi, marah, atau tidak puas dengan sesuatu.
Tantrum dapat meliputi menangis, berteriak, meronta-ronta, melempar benda, atau bahkan menggigit. Tantrum umumnya terjadi pada anak usia 1-3 tahun, tetapi juga dapat terjadi pada anak usia yang lebih tua.
Anak-anak sering tantrum karena mereka belum memiliki keterampilan yang cukup untuk mengelola emosi mereka dengan baik. Mereka mungkin merasa frustrasi, lelah, lapar, atau tidak nyaman secara fisik.
Selain itu, anak-anak juga belum memiliki kemampuan untuk mengungkapkan keinginan atau kebutuhan mereka dengan kata-kata, sehingga mereka menggunakan tantrum sebagai cara untuk mengekspresikan diri.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi tantrum anak-anak termasuk perubahan rutinitas, stres, atau kurangnya perhatian. Penting bagi orang tua untuk membantu anak-anak mengembangkan keterampilan pengelolaan emosi dan memberikan dukungan yang tepat saat mereka mengalami tantrum.
Berikut 5 tips yang dapat membantu Anda menghadapi anak yang sering tantrum:
1. Tangani perilaku agresif dengan segera
Jangan biarkan anak Anda melakukan tindakan agresif saat sedang tantrum, seperti menggigit, memukul, atau merusak benda di sekitarnya. Anda harus segera menenangkan anak Anda dan menunjukkan bahwa perilaku tersebut tidak dapat diterima.
2. Jangan ikut berteriak
Ketika anak Anda tantrum, jangan ikut berteriak atau berbicara dengan nada tinggi. Hal ini hanya akan membuat anak merasa semakin frustrasi dan perilaku tantrumnya semakin buruk. Cobalah untuk tetap tenang dan bicaralah dengan nada yang tenang dan lembut.
3. Mengalihkan perhatian anak
Cobalah untuk mengalihkan perhatian anak dengan memberikan kegiatan lain yang dapat dilakukan oleh anak, seperti memberikan mainan baru atau membacakan buku cerita. Hal ini dapat membantu anak fokus pada kegiatan lain dan melupakan alasan tantrumnya.

4. Membiarkan anak untuk meluapkan perasaannya
Jangan mencoba untuk menekan perasaan anak atau mengabaikan perasaannya. Anak perlu merasakan bahwa perasaannya dihargai dan didengar. Anda dapat mencoba untuk membiarkan anak meluapkan perasaannya dengan mengajaknya bicara dan memberikan dukungan emosional.
5. Gunakan strategi untuk menanganinya
Cobalah untuk menggunakan strategi yang tepat untuk menangani anak yang sedang tantrum. Anda dapat mencoba untuk memberikan perhatian ekstra, memberikan pujian, atau memberikan hadiah untuk perilaku baik. Hal ini dapat membantu anak merasa lebih positif dan mengurangi kemungkinan terjadinya tantrum di masa depan.
Semoga tips ini dapat membantu Anda menghadapi anak yang sering tantrum dengan lebih baik. Ingatlah bahwa setiap anak berbeda dan dapat memiliki respons yang berbeda terhadap strategi yang digunakan untuk menghadapi tantrum. Jangan ragu untuk mencoba berbagai strategi dan menemukan yang paling efektif untuk anak Anda.














