SETIDAKNYA 53 JURNALIS TEWAS DALAM PERANG ISRAEL-HAMAS

SIARINDOMEDIA.COM – Komite Perlindungan Jurnalis baru-baru ini melaporkan setidaknya ada 53 jurnalis dan pekerja media yang telah terbunuh dalam perang Israel-Hamas sejak 7 Oktober 2023 lalu.

Menurut Komite Perlindungan Jurnalis dalam siaran persnya, jurnalis tewas termasuk 46 warga Palestina, 4 warga Israel, dan 3 warga Lebanon. Selain itu, 3 jurnalis dilaporkan hilang, 11 luka-luka, dan 18 ditangkap.

“Jurnalis di seluruh dunia melakukan pengorbanan besar untuk meliput konflik yang memilukan ini,” kata koordinator program Komite Perlindungan Jurnalis Timur Tengah dan Afrika Utara, Sherif Mansour.

“Orang-orang di Gaza, khususnya, telah menjadi korban dan menghadapi ancaman yang sangat besar,” dia menambahkan.

Pada 7 Oktober 2023, hari dimana perang mulai meletus di Gaza, enam jurnalis langsung terbunuh, menjadikannya sebagai hari paling mematikan dalam konflik tersebut bagi jurnalis.

Hari paling mematikan kedua adalah pada 18 November 2023, ketika lima jurnalis terbunuh.

Menurut Komite Perlindungan Jurnalis, perang Gaza saat ini merupakan bulan paling mematikan bagi jurnalis sejak organisasi tersebut mulai menyoroti konflik Israel-Palestina pada tahun 1992.

Awal bulan ini, Reporters Without Borders mengajukan pengaduan kejahatan perang ke Pengadilan Kriminal Internasional sebagai tanggapan atas sembilan jurnalis yang terbunuh saat meliput perang.


Selain para jurnalis, lebih 13.000 warga sipil lainnya yang telah terbunuh di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, menurut data Kementerian Kesehatan setempat, dan setidaknya 4.000 anak-anak juga menjadi korban.

Hal ini sangat disesalkan PBB.

“Yang jelas adalah bahwa kita telah mengalami banyak kematian. Dalam beberapa minggu ribuan anak terbunuh.Kita menyaksikan pembunuhan terhadap warga sipil yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam konflik apa pun sejak saya menjabat Sekretaris Jenderal,” ujar Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres

Badan bantuan PBB untuk pengungsi Palestina juga mengkonfirmasi bahwa lebih dari 1,7 juta orang di Gaza telah mengungsi, dan ada 880.000 orang yang mencari perlindungan di tempat penampungan.

Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan pada hari Rabu bahwa lebih dari 108 anggota stafnya telah dipastikan tewas ketika hampir 67 instalasi UNRWA terkena 17 kali serangan langsung dari Israel.

“Rakyat Gaza tidak aman di mana pun. Tidak di rumah, tidak di bawah PBB, tidak di rumah sakit, tidak di daerah utara dan tidak di daerah selatan,” tegasnya.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *