SIARINDOMEDIA.COM – Dalam sebuah penelitian baru-baru ini yang melibatkan lebih dari 400.000 partisipan, para peneliti mengungkapkan bahwa konsumsi garam mungkin menjadi penyebab utama berkembangnya diabetes tipe 2.
Penelitian tersebut dilakukan di Universitas Tulane dan diterbitkan pada hari Kamis (2/10/2023) di jurnal Mayo Clinic Proceedings.
Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa 402.982 orang yang terdaftar di British Biobank (13.000 orang di antaranya menderita diabetes tipe 2) disurvei tentang konsumsi garam mereka selama hampir 12 tahun.
Ketika menyelidiki lebih dalam peserta yang mengidap diabetes Tipe 2, para peneliti menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi garam masing-masing memiliki risiko 20% dan 39% lebih tinggi terkena diabetes dibandingkan mereka yang tidak pernah mengkonsumsi garam.
Jadi kesimpulanya adalah, untung mencegah diabestes ternyata dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi garam.
“Kita sudah tahu bahwa mengurangi (konsumsi) garam dapat meminimalisir risiko terjangkit penyakit kardiovaskular dan hipertensi. Namun penelitian ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa tidak mengonsumsi garam juga dapat membantu mencegah diabetes tipe 2,” kata Lu Qi, seorang profesor di Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Pengobatan Tropis Universitas Tulane.
Lu Qi juga menjelaskan jika para peneliti percaya mengkonsumsi garam seara berlebih cenderung membuar orang untuk makan dengan porsi lebih besar, sehingga meningkatkan kemungkinan mengembangkan faktor risiko seperti obesitas dan peradangan.
Dia menganjurkan agar orang-orang mulai sekarang harus mulai mempertimbangkan untuk mengkonsumsi makan rendah sodium/garam.
“Ini bukan perubahan yang sulit untuk dilakukan, tapi bisa berdampak besar pada kesehatan Anda,” tutup Lu Qi.














