SIARINDOMEDIA.COM – Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang sukses menggelar Barikan Anak Nusantara (BAN) kedua di Alun-alun Kota Malang, Rabu (16/8/2023). Event yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai lapisan masyarakat tersebut, pada dasarnya bertujuan untuk mewariskan kerukunan antar umat beragama khususnya di generasi muda.
“Pertama kita mencoba mewariskan kerukunan semangat harmoni kepada anak-anak di usia dini. Salah satunya membuat agenda di hari nasional,” ungkap RD. Josephus Cuperano Eko Atmono, ketua pelaksana BAN 2 kepada reporter Siarindo Media saat dijumpai selepas agenda BAN 2, Rabu (16/8/2023).

Lebih lanjut, Romo Eko memaparkan, agenda yang melibatkan anak-anak muda dari berbagai lapisan agama dan kepercayaan ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader yang memiliki jiwa toleransi dan kerukunan.
“Anak kan bertumbuh. Punya adik dan juga perlu mewarisi contoh kakak-kakaknya,” kata Romo Eko.
Di sisi lain, ada banyak penampilan yang disajikan dalam agenda BAN kedua tersebut. Mulai atraksi Barongsai dari Tim Barongsai Klenteng Eng An Kiong, Tari Perdamaian dari dari Yayasan Bakti Luhur, Tari Ayo Gembira Sekolah dari Gereja Katolik MDKS, hingga Tari Dendang Dikideng dari Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang.
Selain itu, para orang tua yang mendampingi anaknya pun merasa bangga melihat putra-putri kesayangannya mengikuti dan belajar memahami perbedaan dalam agenda ini. Hal tersebut dapat dilihat dari tempat duduk yang diacak secara random, sehingga semua peserta dapat mengenal perbedaan dengan dekat dan tanpa rasa sinis.

Tidak cukup di situ, tim FKAUB Malang juga memberi waktu kepada perwakilan dari teman-teman disabilitas yang mana dalam hal ini disampaikan oleh Agnes Arum Purnamasari selaku anggota Bakti Luhur dan Rera Lingga Mardiani Pragasiwi, S.Psi selaku Humas Polresta Malang untuk memberikan semangat kepada para pemuda yang hadir dalam agenda barikan tersebut.
Agenda semakin terasa hangat saat sesi pembacaan doa masing-masing agama dilangitkan. Pada segmen ini, setiap agama diwaliki oleh dua anak dan didampingi setiap presidim ketujuh agama.
Dari agama Buddha diwakili oleh Richie Hugo Nathanio dan Callysta Freya Nathania (Vihara Samaggi Viriya), dari agama Hindu diwakili oleh Ida Bagus Kade Rama Ardana dan Ni Made Anindita Galuh Rusnita Adhi (Pasraman Santhika Dharma Kota Malang), dari agama Katolik diwakili oleh Alexnder Justine Kurniawan dan Theresia Luciani Clarita (Yayasan Bakti Luhur).
Sementara Benny Tobing dan Yemima Tobing (Gereja JKI Malang Raya) mewakili pembacaan doa agama Kristen, kemudian dari agama Islam diwakili oleh Andhika Virmansyah dan Arini Widia Pancawati (PPIQ Darul Hidayah Malang), agama Khonghucu diwakili oleh Dama Oka Nugroho dan Mebberly Piscilia Kosim (Seksi Agama Khonghucu Kelenteng Eng An Kiong Malang) dan Turangga Ajisukma dan Raos Dining Puspadewi (Majelis Luhur Keprcayaan Terhadap Tuhan YME Indonesia Kota Malang) mewakili dari umat Penghayat.
Lebih jauh lagi, Sekretaris Jendral (Sekjen) FKAUB Malang, Pdt. David Tobing, ST.S.Th, M.Pd. berharap, melalui agenda Barikan ini semakin banyak pemuda yang mendoakan kebaikan untuk Indonesia.
“Harapannya ke depan, semakin banyak anak-anak yang mau berdoa untuk Indonesia keselamatan ini,” kata Pdt David.
“Dan juga anak-anak generasi muda semakin terlibat aktif, pro aktif untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berdampak positif bagi Indonesia secara khusus,” pungkasnya.














