CUACA TERLALU TERIK DAPAT PICU GANGGUAN MENTAL

SIARINDOMEDIA.COM – BMKG memprediksi puncak El Nino tahun akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada Agustus hingga September mendatang. Selain akan menyebabkan kekeringan luas yang berdampak pada produksi pangan, cuaca yang terlalu terik juga berakibat buruk pada kesehatan, baik fisik maupun mental.

Kekeringan parah
SAWAH KERING. Cuaca ekstrim berkepanjangan dapat mengganggu pasokan pangan. Foto: The GEF

Saat cuaca sedang terik-teriknya, orang cenderung suka uring-uringan, gampang lelah, stres dan merasa tidak nyaman. Ketika berlangsung berkepanjangan, pada satu titik hal ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk berpengaruh terhadap kesehatan mental.

Hal ini diungkapkan Dr. Asim Shah, seorang pakar psikiater dan perilaku dari Baylor College of Medicine di Houston, Texas, AS.

Gerah berlebihan yang diakibatkan hawa panas ekstrim, jelas Dr. Shah, berpengaruh terhadap hormon serotonin yang bertugas membawa pesan antar sel dalam otak. Hormon ini berperan penting dalam memperbaiki suasana hati menjadi lebih baik, sehingga seseorang jadi merasa bahagia.

Begitu pula sebaliknya.

Hawa panas ekstrim dapat menyebabkan suasana hati memburuk yang berakibat pada peningkatan stres dan kelelahan.

“Semua penyakit yang berkaitan dengan gangguan mental meningkat dengan suhu yang terlalu panas dan membuat orang jadi cepat lelah, lekas marah serta gampang cemas. Itu bisa berujung pada depresi,” terang Dr. Asim Shah.

Kelompok yang paling rentan dengan suhu panas ekstrim ini di antaranya adalah anak-anak, lansia, pekerja lapangan, dll. Bahkan dapat berakibat fatal bagi mereka yang gemar menenggak minuman keras. Pasalnya, konsumsi alkohol di tengah cuaca yang sangat terik dapat menyebabkan dehidrasi parah.

Cuaca panas juga dapat membuat seseorang berperilaku agresif, galau, dan pada kasus-kasus tertentu, disorientasi.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasinya?

Dr. Shah menyarankan agar cairan tubuh tetap terjaga dan mengenakan penutup kepala saat berada di luar ruangan. Sesekali membasahi kepala dengan air bersih dan berusaha berada di tempat-tempat teduh dengan banyak pepohonan.Ilustrasi cegah dampak cuaca panas ekstrim

Jika Anda dalam kondisi harus minum obat, konsultasikan dengan dokter agar obat yang Anda konsumsi tidak malah berakibat buruk. Beberapa obat seperti (mengandung) litium pada penderita gangguan bipolar, sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi pada suhu panas ekstrim. Hal ini karena litium langsung ke ginjal.

“Jadi jika Anda lebih banyak berkeringat, kadar obat ini dapat berubah-ubah,” terang Dr. Asim Shah dalam rilis yang dipublikasikan kampusnya.

Oleh karenanya, imbuhnya, saat berada di tempat yang sangat panas kita harus berhati-hati dan menyesuaikan dosis litium atau menghindari tempat yang terlalu panas.

Membasahi tubuh
HINDARI DEHIDRASI. Menjaga suhu tubuh. Foto: Getty Images

Perubahan iklim seperti kekeringan dan suhu yang ekstrim juga dapat memicu peningkatan polutan dan alergen yang memperburuk kualitas udara.

“Anak-anak adalah populasi yang paling rentan karena kondisi fisik dan kognitif mereka. Anak-anak terpapar lebih banyak polutan dan alergen karena mereka menghabiskan banyak waktu di luar rumah,” kata Dr. Shah.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *