SIARINDOMEDIA.COM – Saat ini dampak hantaman pandemi mulai berkurang. Wali Kota Sutiaji melihat peluang untuk kembali membangkitkan perekonomian. Upaya ini membuahkan hasil, sehingga tahun 2022 lalu, laju ekonomi menyentuh 6,32. Ini merupakan laju pertumbuhan perekonomian tertinggi dalam 1 dasawarsa terakhir.
Dari sekian banyak upaya yang dilakukan Wali Kota Sutiaji dan jajarannya, sektor koperasi menjadi perhatian. Koperasi sebagai soko guru perekonomian, nyatanya memiliki andil dalam menyelamatkan perekonomian sampai ke tingkat bawah.
Di saat anggaran harus di refocusing dalam rangka penanganan covid, Sutiaji meminta dinas terkait untuk terus mengupayakan program-program pro koperasi.
Program itu diantaranya pendidikan dan pelatihan koperasi khususnya optimalisasi e-commerce sebagai penunjang digitalisasi, peningkatan profesionalitas koperasi khususnya dalam mencapai sertifikasi dan ketertiban pengelolaan melalui pelaksanaan rapat anggota tahunan (RAT).
Kepedulian dan konsistensi Wali Kota Sutiaji terhadap perkembangan koperasi di masa kepemimpinannya ternyata mendapat apresiasi dari Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).
Bertepatan dengan gelaran Hari Peringatan Koperasi Indonesia ke-76, Rabu (12/7/2023) di Jakarta, orang nomor satu di Pemkot Malang itu mendapatkan penghargaan sebagai pembina koperasi andalan.
Penghargaan diterima oleh Staf Ahli Hukum, Pemerintahan dan Politik Tabrani, SH, M.Hum yang hadir mewakili Wali Kota Malang yang berhalangan hadir karena bersamaan dengan kegiatan Rakernas Apeksi di Makassar 11-14 Juli 2023.
Ditemui di sela-sela kegiatan Rakernas Apeksi di Makassar, Sutiaji menyampaikan rasa syukurnya atas apresiasi yang didapatkan. Dirinya mengatakan peran koperasi sebagai soko guru perkenomian benar-benar diuji dalam masa-masa kritis seperti di era pandemi.
Sutiaji menilai koperasi menjadi salah satu senjata andalan yang dimiliki Indonesia dalam membangun perekonomian.
“Pertama tentu rasa syukur yang kami sampaikan, dan bersyukur juga kita memiliki koperasi. Meskipun saya tidak bisa hadir karena bersamaan dengan rangkaian apeksi ini, tapi saya mengucapkan terimakasih atas apresiasi Dekopin. Dan yang penting, kita tidak boleh melupakan Pak Hatta yang sudah memberikan pondasi yang kuat sehingga istilah koperasi sebagai soko guru perekonomian itu memang benar. Koperasi menjadi andalan yang tidak dimiliki negara lain, itu keuntungan kita”, jelas Sutiaji.
“Kedua, pandemi yang lalu luar biasa efeknya ya, kita merasakan bersama ekonomi kita sampai minus. Saya minta waktu itu terus kuatkan koperasi, karena dapat membantu masyarakat sampai ke tingkat bawah. Saya merasakan betul bagaimana sulitnya masyarakat waktu itu. PHK dimana-mana, pengangguran meningkat, yang punya usaha sepi, perekonomian benar-benar berhenti,” ungkapnya.
Ditanya tentang andil koperasi sehingga perekonomian Kota Malang membaik, Sutiaji tegas membenarkannya. Menurutnya, peran koperasi nyata dalam membantu masyarakat terutama saat menghadapi pandemi beberapa waktu lalu.
“Ya, jadi gini, gimanapun nilai-nilai koperasi ini memang nyata. Tantangannya luar biasa waktu itu, terlebih ancaman pinjol ini juga luar biasa. Di saat masyarakat memerlukan, kehadiran koperasi ini menyelamatkan, sehingga masyarakat ada uang, bisa mencukupi kebutuhannya, dan ada simbiosis yang baik antara masyarakat dan koperasi itu sendiri. Makronya, bisa membantu perekonomian tumbuh”, terangnya.
Kedepan Sutiaji berharap prestasi ini menjadi semangat koperasi untuk berkembang dan profesional. Dirinya berharap balutan kolaborasi antara Pemerintah Kota Malang dengan koperasi sebagai stakeholder dan mitra terus dapat saling memberi manfaat yang mutual.
“Kedepan tentu harapannya ini menjadi semangat, lebih dan lebih profesional lagi. Saya haqul yakin, dengan koperasi yang profesional, masyarakat kota Malang akan terjamin. Karena itu InshaAllah kolaborasi ini akan terus kita kuati dan harus saling mutual. Program-program melalui Diskopindag juga kita kuati, nantinya dari 622 koperasi yang ada, akan terus kita bina dan kita tingkatkan”, tutup Sutiaji.














