SIARINDOMEDIA.COM – Marhaban Ya Ramadhan…
Bulan yang dinanti-nantikan muslim setiap tahunnya sebentar lagi tiba. Tidak salah disebut bulan mulia karena banyak keberkahan yang tak terhitung di bulan ini.
Namun sayangnya, tidak sedikit muslim yang membiarkan bulan mulia ini lewat begitu saja. Sayang sekali bukan jika tidak mengambil peluang sebanyak-banyaknya untuk mendapat pahala.
“Rugilah orang yang tidak dapat bertemu dengannya. Namun akan lebih rugi lagi bagi mereka yang menjumpainya tapi tidak mengambil sesuatu darinya, yakni dengan menggunakannya sebagai momen meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” demikian disampaikan KH Ahmad Zaini dalam sebuah khutbah Jumatnya.
Oleh karena itu, jangan sampai melewatkan kesempatan di bulan penuh berkah ini.
Berikut beberapa persiapan agar Ramadhanmu semakin bermakna:
Menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan
Yahya bin Abi Katsir meriwayatkan bahwa orang-orang salaf terdahulu selalu mengucapkan doa: اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan (usia) kami berjumpa Ramadhan.”
Seolah mereka juga memohon, “Ya Allah sampaikanlah aku dengan selamat ke Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan aku hingga selesai Ramadhan.”
Tidak mengherankan jika kemudian Nabi SAW dan para sahabat menyambut Ramadhan dengan senyum dan tahmid, dan melepas kepergian Ramadhan dengan tangis.
Menambah pengetahuan yang lebih dalam
Ilmu tentang ketentuan puasa atau yang sering disebut dengan fiqih puasa dan menjadi hal yang wajib dipelajari oleh setiap Muslim, paling tidak terkait hal-hal yang menjadi sah dan tidaknya puasa.
Persepsi dan pengetahuan yang utuh tentang bulan Ramadhan akan menghindarkan diri dari kesalahan-kesalahan yang bisa merusak ibadah Ramadhan serta akan menambah motivasi untuk menjalani ibadah dengan sebaik-baiknya.
Perbanyak berdoa dan beribadah
Bulan Ramadhan juga merupakan bulan tantangan. Tantangan menahan nafsu untuk melakukan perbuatan yang buruk, tantangan untuk berbuat baik sebanyak-banyaknya dan tantangan-tantangan lainnya.
Sehingga manusia diharuskan berdoa agar tetap semangat menjalankan badah di bulan Ramadhan.

Memiliki tekad dan planning selama Ramadhan.
Niat dan azam adalah bahasa lain dari planning atau perencanaan. Untuk menggapai sesuatu yang diinginkan tentunya diperlukan perencanaan. Begitu juga jika ingin memaksimalkan bulan mulia.
Misalnya saja dengan target mengkhatamkan membaca Al-Quran, shalat malam, bersedekah dan memberi makan orang berpuasa, dan masih banyak lainnya.
Persiapan ruh dan jasad
Rasulullah SAW dan orang-orang shalih tidak pernah menyia-nyiakan keutamaan Ramadhan sedikit pun. Rasulullah dan para sahabat memperbanyak puasa dan bersedekah pada bulan Sya’ban sebagai latihan sekaligus tanda kegembiraan menyambut datangnya Ramadhan.
Dengan kondisi seperti ini, maka ketika memasuki bulan Ramadhan, kondisi ruh dan iman telah tertempa, yang selanjutnya dapat langsung menyambut bulan Ramadhan yang mulia ini dengan amal dan kegiatan yang dianjurkan.
Persiapan materi
Kemudian yang harus diperhatikan menyongsong bulan Ramadhan adalah persiapan finansial atau materi. Persiapan materi di sini tidak dimaksudkan untuk membeli kebutuhan berbuka dan sahur yang mewah dan mahal bahkan kadang terkesan berlebihan. Tapi finansial/materi yang diperuntukkan untuk menopang ibadah sedekah dan infak kita.
Sangat dianjurkan memberi santunan kepada orang lain, betapa pun kecilnya. Pahala yang sangat besar akan didapat manakala memberi kepada orang lain yang berpuasa, sekalipun sekedar sebiji kurma dan seteguk air.
Begitulah persiapan menyambut bulan ramadhan agar lebih berkah. Semoga bermanfaat!












