LEWAT PEMENTASAN, SMA TAMAN HARAPAN BERHARAP ANAK DIDIKNYA LESTARIKAN SENI TRADISI

SIARINDOMEDIA.COM – Pembelajaran yang sudah mulai normal menjadi semangat tersendiri bagi para siswa di SMA Taman Harapan Kota Malang untuk unjuk gigi secara langsung.

Salah satunya terlihat dalam mata pelajaran Bahasa Daerah, pembelajaran ini telah sukses menggelar ujian praktek dengan sistem pementasan. Hal ini dilakukan langsung oleh para siswa kelas X, XI, dan XII di Aula Sekolah, dengan sistem terbuka untuk ditonton.

Bahkan tak hanya dalam ujian saja, SMA Taman Harapan pada bulan November tahun lalu bersama dengan Sanggar Seni Cakra Baruna dan Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Malang, berhasil mewujudkan impian anak-anak untuk bisa tampil langsung di depan umum dalam suasana HUT PGRI di GOR Ken Arok Malang.

Kepala Sekolah SMA Taman Harapan Palupi Yamini, S.Pd mengatakan, hal ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada para siswa siswinya.

“Kebetulan ini (paktek) Bahasa Jawa, jadi anak-anak diberi kesempatan untuk tampil langsung di panggung, bahkan (diberi kesempatan) pementasan aslinya,” ucapnya, Kamis (2/3/2023) siang.

Palupi juga menjelaskan jika hal ini sengaja dilakukan karena dia melihat banyak potensi dari dalam diri siswanya yang perlu digali.

Link Banner

“Anak-anak ini banyak yang dari luar Jawa, tetapi mereka sangat antusias dalam nguri-uri budaya Jawa, ini sebuah keunikan dan potensi yang perlu kita gali,” imbuhnya.

Sementara Guru Bahasa Daerah Drs Endro Wiyono mengatakan, jika dirinya memang membuat kemasan yang berbeda dalam ujian dan pementasan. Endro mengungkapkan harapannya pada siswa-siswinya agar dapat terus mampu melestarikan budaya dan kesenian Jawa.

“Banyak yang dari luar Jawa, tetapi mereka antusias dan semangat sekali,” ucapnya.

SMA Taman Harapan kethoprak
MELESTARIKAN BUDAYA DAN SENI TRADISIONAL. Drs Endro Wiyono bermain kethoprak bersama dengan siswa siswinya. Foto: Ist

Endro juga berharap agar nantinya SMA Taman Harapan dapat menjadi contoh sekolah sekolah di Kota Malang yang masih eksis dalam melestarikan budaya dan kesenian tradisional di masa pandemi.

Link Banner

“Apapun kondisinya yang penting jati diri bangsa jangan sampai hilang di benak anak-anak,” pungkasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *