TAREKOT: Taman Rekreasi Kota yang Terlupakan

SIARINDOMEDIA.COM -Taman Rekreasi Kota atau yang lebih dikenal dengan singkatang TAREKOT pernah menjadi kebanggan warga kota. Diresmikan pada tahun 2009 di masa Wali Kota Suyitno, taman ini menjadi simbol keberhasilan pemerintah dalam mengubah tempat pembuangan sampah menjadi ruang hijau yang hidup. Tempat yang dulunya kumuh disulap menjadi tempat wisata keluarga dengan beragam fasilitas yang menarik. Selain itu letaknya yang strategis dekat dengan Balai Kota Malang pun mudah untuk dijangkau oleh masyarakat.

Dengan harga tiket mulai Rp 10.000 hingga Rp 15.000 membuat TAREKOT ramai dikunjungi. Bahkan pada tahun 2015, tiket hanya ditarik dengan harga Rp 200 untuk pemeliharaan. Di dalamnya terdapat dua kolam renang untuk anak-anak dan dewasa, taman bermain anak, jogging track, serta kebun binatang mini. Di antara hewan yang dihadirkan seperti burung, monyet, orang utan, burung unta, hinga si amang. Hewan-hewan tersebut merupakan bantuan dari pemerintah dan sebagian dari hibah masyarakat seperti ular.

Selain menjadi tempat rekreasi, taman ini juga menjadi denyut ekonomi baru bagi warga sekitar. Banyak pelaku UMKM membuka lapak makanan di dalam dan sekitar area taman “Dulu ramai sekali, setiap hari ramai pengunjung apalagi saat hari libur pengunjung membluda” kenang Pak Gemblo, salah satu warga lokal yang menyaksikan perubahan dari tempat pembuangan sampah sampai taman rekreasi.

Dulu pernah terjadi tragedi kecelakaan akibat overload yang menyebabkan kematian seorang pengunjung, akibatnya taman ini sempat ditutup selama tiga bulan setelah satu bulan baru dibuka. Setelah dibuka kembali dan ditutup saat pandemi COVID-19 melanda, tempat ini aktif untuk beberapa saat akhirnya tutup total. Hewan-hewan yang tersisa dipindahkan ke Jatim Park 2 dan 3 serta lembaga perlindungan satwa.

Kini TAREKOT hanya menyisakan kenangan. Kolam renang yang dulu jernih kini berlumut dan kotor. Kandang-kandang hewan ditumbuhi rumput liar, dan permainan anak seperti ayunan dan tangga untuk bergelantungan tampak berkarat. Meski begitu, harapan untuk menghidupkan kembali taman ini belum sepenuhnya padam. Terdengar kabar jika pemerintah akan membuka kembali taman ini, dengan rencana pengelolaan baru di bawah Dinas Pariwisata. Warga pun berharap jika kabar tersebut tidak sekedar wacana.

TAREKOT adalah bukti bahwa ruang publik bisa menjadi wadah kebahagiaan, edukasi, dan ekonomi bagi masyarakat. Kini, yang dibutuhkan hanyalah kemauan serius dari pemerintah untuk merestorasi dan menghidupkan kembali taman ini agar bias kembali menjadi kebanggan kota dan tempat berlibur bagi keluarga.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *