Seminar Revolusi Mental Suporter Dorong Pendidikan dan Ekonomi

Seminar intraktif diadakan BEM Malang Raya bahas sinergi pemerintah, suporter, dan ekonomi berkelanjutan

Suasana seminar interaktif revolusi mental suporter. (Bela Firdausul)

SIARINDOMEDIA.COM-BEM Malang Raya menggelar seminar interaktif yang bertema “Revolusi Mental Suporter: dari Kurikulum Dini Hingga Sinergi Ekonomi Berkelanjutan” di Pendopo Kabupaten Malang, Kamis (27/11), mulai pukul 16.000 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk supporter yang berpendidikan, bersinergi dan berkontribusi pada ekonomi daerah.

Acara diawali lagu Indonesia Raya. Sambutan pembuka dari Ketua BEM Malang Raya menegaskan pentingnya peran supporter sebagai agen perubahan. “Supporter adalah kekuatan moral bagi kemajuan sepak bola,” ujarnya.

Kepala Bidang Prestasi Kabupaten Malang, Indah Fajarwati, mewakili Bupati Malang dalam sesembutan resmi. Ia menyeroti tiga agenda besar pembinaan suporter.

Pertama, pendidikan supporter sejak dini.

“Nilai empati dan anti kekerasan harus ditanamkan sejak awal,”ucap indah.

Kedua, penguatan sinergi antar suporter dengan pemerintah. Yang mana pemerintah hadir sebagai fasilitator.Ketiga, pembagunan ekosistem ekonomi berkelanjutan.

“Supoter yang tertib dapat menggerakkan UMKM. Ekonomi akan hidup dan berkelanjutan,” tegasnya.

PSSI menyampaikan sambutan melalui tayangan video. Mereka menekankan penguatan budaya sepak bola nasional. Pesan itu menyatakan pentingnya riset dan kolaborasi industri olahraga yang inklusif.

Foto tiga narasumber (Bela Firdausul)

Diskusi di pandu moderator menghadirkan tiga narasumber, yakni Ali Ukayasa, Ubaidillah Amin, dan Jaki. Ali menilai supporter bagian vital dalam sepak bola. “Pemain dan supporter harus sinkron”, katanya.

Ubaidillah Amin menyebut suporter harus memahami makna dukungan.

“Fanatisme boleh, tapi jangan buta. Dukungan harus bernilai positif,”.  ujarnya.

Ia menekankan ahlak karimah dan mendukung tim.

Jaki mendorong gerakan ekonomi kreatif. “Suporter bisa membuka ruang usaha ekonomi bergerak bersama sepak bola”, katanya.

Perwakilan suporter Yuli Sumpil (Jaket putih bertopi) bertanya. (Bela Firdausul)

Setelah sesi diskusi lanjut dengan sesi tanya jawab berlangsung aktif. Sorotan muncul soal rivalitas arema dan persibaya serta isu keagamaan. Aparat menyebut rivalitas itu menjadi tontonan besar, namun juga memicu ketegangan.

Perwakilan suporter Aremania, Yuli Sumpil, memberikan masukan. “Revolusi mental jangan digembosi. Satukan Aremania,” katanya.

Ia mengusulkan ruang ekonomi kreatif bernama Pantai Arema. CurvaPlusut meminta perlindungan untuk perempuan di tribun. Mereka mendukung rivalitas yang tetap beretika. Perwakilan BEM menyinggung larangan laga tandang. Ia menyarankan studi praktik keamanan dari Liga Inggris.

Karena waktu singkat, Ali Ukayasa menyimpulkan jawaban. Ia berharap stigma buruk, pasca tragedi, kanjuruan dapat dipulihkan.

“Suporter Malang itu dewasa. Kita harus bangkit bersama, ucapnya.

Ia menegaskan komitmen supporter Malang. Kami siap menjadi supporter terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Seminar ditutup dengan ajakan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, sepak bola kembali menjadi ruang aman, penuh persaudaraan, serta penggerak ekonomi daerah.

 

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *