SIARINDOMEDIA – Kamu mulai bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja? Mungkin ini saatnya mencoba hal baru dengan merawat makhluk kecil di rumah. Ikan cupang bisa jadi pilihan tepat untuk mengisi suasana!
Ikan ini termasuk ikan air tawar kecil yang kuat dan tidak mudah mati, bahkan tanpa alat sirkulasi udara. Sehingga cocok dipelihara bahkan untuk kamu yang lagi nge-kos.
Cupang sendiri berasal dari beberapa negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, hingga Brunei.
Jenisnya pun beragam, mulai dari cupang hias, cupang aduan, hingga cupang liar. Cupang dikenal karena warna tubuhnya yang cerah dan bentuk sirip yang anggun.
Namun, sifat alaminya agresif, sehingga lebih suka hidup sendiri dan sensitif terhadap lingkungan yang terlalu bising. Kalau stres, ikan cupang bisa sakit hingga mati.
Jadi, meskipun terlihat mudah dirawat, kalian tetap perlu memberikan perhatian khusus.
Berikut panduan merawat ikan cupang untuk pemula:
1. Pilih Wadah yang Tepat
Tidak perlu wadah besar. Toples kaca atau akuarium kecil sudah cukup.
Pastikan wadahnya bersih, bebas bahan kimia, dan sudah dicuci serta dikeringkan sebelum digunakan.
2. Gunakan Air yang Sesuai
Air yang baik untuk cupang bersuhu 24–30°C. Endapkan air 24 jam sebelum dipakai agar klorin menguap. Ganti air 2–3 hari sekali. Saat mengganti, cukup buang bagian endapan di bawah dan isi ulang dengan 20-30% air baru.
Ganti total seminggu sekali atau lebih cepat jika air sudah terlihat sangat keruh. Tapi jangan terlalu sering mengganti air secara total. Ini bisa menyebaban cupang stress.
Kamu bisa menambahkan daun ketapang kering dan obat biru agar air lebih sehat dan menyerupai habitat asli cupang.
Biarkan daun ketapang tetap di air setelah memudar, tapi ganti secara rutin jika sudah terlihat buruk.
3. Frekuensi Pemberian Makan
Berikan makan 1–2 kali sehari yang jumlahnya cukup yang bisa dihabiskan dalam 1–2 menit.
Jangan berlebihan agar ikan cupang tidak mengalami obesitas maupun sembelit.
Waspadai Penyakit Umum pada Cupang
Ikan cupang bisa terserang beberapa penyakit, terutama jika lingkungan atau perawatan kurang optimal.
Busuk Sirip (Fin Rot):

Penyakit ini disebabkan bakteri atau jamur. Gejalanya, sirip robek dan tampak kusam.
Gunakan obat antibiotik atau anti-jamur seperti trimetoprim atau eritromisin, serta jaga air tetap bersih.
Sembelit:
Disebabkan terlalu banyak makan. Perut ikan membengkak dan terlihat lesu. Beri makanan alami seperti kacang polong yang sudah dikupas dan kurangi porsi makan.
Ich (White Spot):

Ditandai bintik putih di tubuh ikan karena infeksi parasit.
Gunakan obat anti-parasit atau garam ikan, dan jaga suhu air tetap stabil.
Velvet:

Tanda-tandanya tubuh cupang tampak seperti diselimuti serbuk keemasan. Gunakan obat anti-parasit khusus dan bersihkan air dengan rutin.
Infeksi Jamur:
Ciri khasnya seperti kapas putih di tubuh ikan. Obati dengan obat anti-jamur dan pastikan air tetap bersih.
Dengan perawatan yang rutin dan penuh kasih sayang, ikan cupang bisa menjadi teman kecil yang memperindah ruangmu di rumah. Yuk mulai pelihara satu!














