SIARINDOMEDIA – Penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur ke-9 berlangsung meriah pada Sabtu malam (5/7/2025) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Namun, kemeriahan itu diiringi dengan situasi lalu lintas yang jauh lebih kacau dibandingkan saat pembukaan. Ribuan masyarakat tumpah ruah, memadati ruas jalan dari depan RSUD Kanjuruhan hingga area pasca stadion.
Hawa dingin khas Malang pun terasa sirna karena lautan manusia dan kendaraan yang memadati kawasan.

Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari penuhnya seluruh lahan parkir di sekitar stadion. Bahkan, beberapa tukang parkir menarik tarif hingga Rp10.000 per motor karena tingginya permintaan.
Sekitar pukul 19.00 WIB, pihak keamanan menutup gerbang masuk tribun karena kapasitas penonton telah penuh. Mereka yang datang setelah waktu tersebut diarahkan untuk menonton dari luar stadion. Meski kecewa, penonton tetap terhibur berkat layar tancap dan pengeras suara dari truk besar yang disiapkan pemerintah.

Layaknya pembukaan, penutupan ini dibuka dengan penampilan kesenian khas Jawa Timur yang memukau. Setelah itu, diumumkan hasil poin dari seluruh cabang lomba selama gelaran Porprov berlangsung. Kota Surabaya keluar sebagai juara umum dengan total poin lebih dari 1000, disusul Kota Malang di posisi kedua, dan Kabupaten Malang sebagai tuan rumah berada di peringkat kelima.
Tak hanya pengumuman pemenang, panitia juga mengumumkan bahwa tuan rumah Porprov berikutnya adalah Kota Surabaya. Acara dilanjut dengan sambutan resmi dari Bupati Malang, Wali Kota Surabaya, dan Wakil Gubernur Jawa Timur.
Simbolisasi penutupan dilakukan dengan pemadaman api Porprov, diiringi pesta kembang api selama lima menit yang memukau langit malam.
Penampilan para santri yang membawa lautan sholawat
Salah satu momen paling berkesan adalah penampilan gabungan santri dari berbagai pesantren di Jawa Timur. Mereka membawakan sholawat yang dikemas istimewa, menggunakan tepuk tangan sebagai irama utama. Barisan mereka begitu rapi dan seragam, seolah diatur oleh penggaris tak kasat mata.
Puncak penampilan ditutup oleh Niken Salindri, penyanyi kondang asal Jawa Timur. Mengenakan kebaya merah menyala, penampilannya seakan menjadi simbol semangat yang membara di akhir ajang olahraga ini. Para atlet dan pelatih bergerak maju ke depan panggung, sementara penonton di luar tribun ikut mendekat ke layar tancap.
Sorak sorai menggema hingga akhir acara, menandai berakhirnya Porprov IX Jawa Timur 2025 dengan kesan yang tak terlupakan.
Masyarakat pulang dengan wajah puas, membawa cerita dan kenangan dari penutupan yang megah dan penuh semangat. Porprov kali ini benar-benar ditutup dengan cara yang istimewa.













