SIARINDOMEDIA— Antusiasme masyarakat terhadap lomba drum band dalam rangka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur (Jatim) 2025 ternyata berdampak langsung terhadap kondisi lalu lintas di kawasan pusat kota Malang (01/07). Sejak pagi, kemacetan mulai terlihat dari Stadion Gajayana hingga kawasan Jalan Ijen dan sebagian ruas jalan di depan Universitas Brawijaya.
Kemacetan disebabkan karena lomba drum band yang digelar memanfaatkan sebagian badan jalan sebagai area parade. Hal ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat, terutama di jalur yang biasa ramai oleh kendaraan pribadi dan angkutan umum.
Meski tidak sampai lumpuh total, pengendara harus rela menempuh perjalanan lebih lama dari biasanya. Banyak dari mereka terlihat menghela napas panjang dan menunjukkan ekspresi kelelahan akibat waktu tempuh yang meningkat dan teriknya sinar matahari.
Puluhan kendaraan seperti mobil dan minibus pengangkut peserta drum band parkir di bahu jalan sekitar stadion mempersempit ruang gerak kendaraan lain. Tak hanya itu, warga Malang yang datang untuk menonton juga turut memarkirkan sepeda motornya di sepanjang jalan Ijen. Sehingga menambah kepadatan dan menyulitkan arus lalu lintas.
Petugas gabungan dari kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang diterjunkan untuk mengatur arus kendaraan dan memastikan lomba tetap berlangsung dengan aman. Mereka disiagakan di sejumlah titik krusial seperti sekitar Stadion Gajayana, sepanjang Jalan Ijen, dan beberapa simpang jalan utama. Kehadiran petugas cukup membantu mengurai kemacetan secara perlahan.

Disambut Antusias Warga
Meski menyebabkan kemacetan, banyak warga dan pengendara yang tetap menikmati momen tersebut. Iringan musik drum band yang meriah, kostum para peserta yang penuh warna, serta semangat kompetisi yang terlihat di wajah para pemain menjadi hiburan tersendiri di tengah padatnya perjalanan.
Bagi sebagian orang, lomba ini menjadi bentuk pengingat bahwa Porprov bukan hanya tentang kompetisi. Tetapi juga perayaan budaya, kreativitas, dan semangat kebersamaan. Meskipun sedikit mengganggu mobilitas, banyak pengendara menganggap lomba drum band ini sebagai “penunda stres” yang menyenangkan di tengah hiruk-pikuk perjalanan.













