PAUS FRANSISKUS WAFAT, GEREJA KATOLIK BERSIAP GELAR KONKLAF PILIH PENGGANTI

SIARINDOMEDIA.COM Kepergian Paus Fransiskus pada Senin, 21 April 2025, menandai akhir dari era kepemimpinan yang progresif di tubuh Gereja Katolik. Paus ke-266 dikenal karena dedikasinya terhadap keadilan sosial, lingkungan, dan inklusivitas meninggal dunia dalam usia 88 tahun.

FRANSISKUS. Telah wafat pada 21 April 2025. Foto: Pinterest/Christian Pure

Kini semua tertuju ke Vatikan, para kardinal akan segera berkumpul untuk memulai proses konklaf memilih pemimpin baru Gereja Katolik Roma.

Konklaf akan digelar di Kapel Sistina, dengan metode pemungutan suara rahasia oleh para kardinal berusia di bawah 80 tahun. Proses ini menjadi momen penting bagi masa depan Gereja, di tengah tantangan global dan dinamika internal yang kompleks.

Berikut sejumlah nama kandidat kuat pengganti Paus Fransiskus:

  1. Luis Antonio Tagle (Filipina)

Kardinal asal Asia Tenggara ini dikenal dekat dengan Paus Fransiskus dan mewakili semangat gereja yang terbuka dan inklusif. Tagle menjadi simbol evangelisasi modern dan keterlibatan pastoral di masyarakat urban dan miskin.

  1. Pietro Parolin (Italia)

Sekretaris Negara Vatikan ini dinilai sebagai figur moderat yang kuat dalam diplomasi internasional. Dengan pengalaman panjang di Vatikan, Parolin menjadi salah satu kandidat yang berpotensi menjaga kesinambungan kebijakan Gereja.

  1. Peter Turkson (Ghana)

Dikenal karena fokusnya pada isu keadilan sosial dan perubahan iklim, Turkson berpeluang menjadi Paus pertama dari Afrika dalam lebih dari 1.500 tahun. Kehadirannya dinilai bisa memperkuat suara umat Katolik di wilayah Global South.

  1. Peter Erdo (Hungaria)

Sebagai pakar hukum kanon dan figur konservatif, Kardinal Erdo mewakili suara Gereja yang lebih tradisional. Dia kerap disebut sebagai sosok yang mampu mempertegas batas-batas doktrin di tengah tantangan zaman.

  1. Angelo Scola (Italia)

Mantan Uskup Agung Milan ini dikenal berpandangan tradisional dan memiliki pengaruh kuat di kalangan konservatif. Meski usianya kini sudah 82 tahun, namanya masih masuk dalam radar karena rekam jejak dan pengalaman panjangnya.

Konklaf ini tidak hanya menentukan pengganti Paus Fransiskus, tetapi juga akan menjadi cerminan dari arah Gereja Katolik ke depan. Sementara dunia menantikan hasil pemilihan, jutaan umat Katolik di seluruh dunia terus mengiringi proses ini dengan doa dan harapan bagi lahirnya pemimpin rohani yang mampu menjawab tantangan zaman dengan kasih dan kebijaksanaan.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *