SIARINDOMEDIA.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sastra (BEMFA) Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) pada Sabtu (19/04/2025).
Kegiatan ini bertempat di Gedung FIP Universitas Negeri Malang dan mengusung misi mencetak mahasiswa yang visioner, adaptif, serta kompeten dalam menjawab tantangan era digital dan Society 5.0.
Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Fakultas Sastra. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana LKMM-TD, Ketua BEMFA Sastra, Pembina BEMFA Sastra, serta Wakil Dekan I Fakultas Sastra yang disampaikan melalui tayangan video.
Dua pemateri dihadirkan dalam kegiatan ini, yaitu M. Azhar Zidane (Presiden BEM FISIP Universitas Brawijaya 2025) dan Putri Ardita Nursisda Mawangi, M.Pd. (Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang).

Penyampaian Materi tentang LKMM-TD
Materi pertama disampaikan oleh M. Azhar Zidane dengan topik ‘Strategi Kepemimpinan Mahasiswa yang Adaptif, Delegatif dan Kompeten di Era Perkembangan Teknologi Informasi Society 5.0 untuk Produktivitas Kinerja Organisasi yang Berkualitas’.
Dalam paparannya, Azhar juga merekomendasikan buku karya John C. Maxwell berjudul 5 Levels of Leadership. Buku tersebut membahas lima tahapan kepemimpinan: Position, Permission, Production, People Development, dan Pinnacle. Selain itu Azhar juga menyampaikan tentang self Leadership yang optimal.
“Self Leadership itu bisa tumbuh dengan optimal jika seseorang mempunyai mentor atau seseorang yang bisa memaksimalkan kemampuan pada pribadinya,” ujarnya.
Setelah sesi pertama, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi kedua oleh Putri Ardita Nursisda Mawangi, M.Pd. yang membahas ‘Program Kerja yang Inovatif dan Berkualitas dengan Konseptualisasi Empat Pilar Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Integrasi Pengembangan Teknologi Terkini’. Dalam materinya, Putri menyoroti permasalahan umum dalam organisasi kemahasiswaan saat ini.
“Mahasiswa yang terutama di organisasi hari ini itu sekarang saya sebutkan banyak dikeloni ya. Di Yong Yong sama siapa? Kampus. Somehow disayang berlebihan itu gak bagus. Gak disayang juga gak bagus,” ungkap dosen Fakultas Teknik tersebut.
Menurutnya, kondisi tersebut justru menghambat kemajuan organisasi mahasiswa karena terlalu banyak intervensi tanpa mendorong kemandirian. Hal ini dapat membuat organisasi tertinggal dibandingkan organisasi lain yang lebih berkembang secara mandiri.
Melalui kegiatan LKMM-TD ini, BEMFA Sastra Universitas Negeri Malang berharap dapat membentuk generasi mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki visi, kepemimpinan yang kuat, serta mampu menciptakan program kerja yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.














