IDULFITRI DI DESA NAMPIREJO BATANGHARI MASJID PENUH SESAK OLEH PEMUDIK DAN TRADISI HALAL BIHALAL YANG MENGHARUKAN

SIARINDOMEDIA.COM Suasana Idulfitri di Desa Nampirejo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur, berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Masjid Riyadlatul Muttaqin, yang menjadi pusat perayaan salat Idulfitri, dipadati oleh para pemudik yang kembali ke kampung halaman untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga. Membludaknya jemaah membuat banyak orang harus melaksanakan salat hingga ke area luar masjid, bahkan sampai ke jalanan.

Fenomena ini bukanlah hal baru bagi warga Nampirejo. Setiap tahunnya, ketika musim mudik tiba, masjid ini selalu dipenuhi oleh masyarakat yang kembali dari perantauan. Kebersamaan dan kehangatan Idulfitri terasa begitu kuat saat suara takbir berkumandang.

HALAL BIHALAL. Berjabatangan dan saling memaafkan secara serentak dan membuat lingkaran. Foto: Mahabah Fajar Aprilia

Usai melaksanakan salat Idulfitri, warga mengikuti tradisi halal bihalal yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran di desa ini. Tradisi ini dilakukan dengan berjabat tangan sambil mengucapkan permohonan maaf satu sama lain. Suasana haru pun tercipta ketika kalimat maaf diutarakan, baik oleh anak-anak, remaja, hingga para lansia.

Bagi banyak orang, momen ini bukan sekadar formalitas, tetapi kesempatan berharga untuk mempererat hubungan dan menghilangkan segala kesalahpahaman yang mungkin terjadi selama setahun terakhir.

“Sedih banget kalo pas maaf-maafan, kaya tersentuh hatinya apalagi pas takbir dikumandangkan. Alhamdulillah tradisi ini juga memudahkan kita untuk mempererat silaturahmi desa juga,” ujar Sukarti salah satu warga desa.

Tradisi Ambengan

Setelah selesai acara di masjid, warga tidak langsung pulang ke rumah masing-masing. Mereka terlebih dahulu berkunjung ke mushola untuk mengikuti tradisi makan ambengan bersama. Ambengan adalah hidangan yang disajikan dalam satu wadah besar dan dinikmati secara bersama-sama, melambangkan kebersamaan dan keberserahan. Tradisi ini dilakukan bukan hanya sebagai wujud syukur, tetapi juga sebagai ajang untuk menjalin dan mempererat kerukunan antarwarga.

“Sebelum balik ke rumah kita makan bareng ke mushola buat makan bersama intinya, menjalin kebersamaan lah antar warga,” ucap Siti salah satu warga.

Setelah menikmati ambengan di mushola, warga kemudian kembali ke rumah masing-masing dan bersiap untuk bersilaturahmi ke rumah tetangga, kerabat, dan sanak saudara. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari perayaan Idulfitri, di mana masyarakat saling mengunjungi untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkuat hubungan sosial di antara mereka.

Dengan adanya tradisi ini, diharapkan hubungan antarwarga semakin erat, dan semangat persaudaraan tetap terjaga, tidak hanya saat Idulfitri, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Perayaan Idulfitri di Desa Nampirejo menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan nilai-nilai tradisi tetap menjadi bagian yang tak tergantikan dalam kehidupan masyarakat, terutama di momen-momen yang penuh makna seperti hari raya.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *