SIARINDOMEDIA.COM – Bagi pecinta alam, Pantai Balekambang menjadi salah satu destinasi yang memiliki pesona alam menakjubkan di Kabupaten Malang. Deburan ombak dan berbagai pepohonan rindang melingkarinya, sehingga mempercantik pemandangan di sekitarnya.
Pantai ini memiliki nuansa sejuk dan terdapat Pura, tempat ibadah umat Hindu. Tepatnya berada di tengah-tengah laut, di atas sebuah karang besar.
Tempat ini menyediakan lahan luas yang bisa digunakan untuk berkemah, maka dari itu, para pengunjung dapat sedikit meluangkan waktu agar dapat menikmati keindahan matahari terbit di Pantai Balekambang yang luar biasa indah.
Tidak hanya itu, pantai ini juga menawarkan berbagai fasilitas yang memadai, seperti kaman mandi, musala, tempat makan, serta penggunaan sinyal stabil, sehingga menghabiskan waktu bersama teman maupun keluarga menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan. Jika pengunjung tidak ingin repot membawa tenda, disediakan juga penginapan yang nyaman di sana.
Afifa Dwi Anggraeni (21) mengutarakan pengalamannya berkunjung ke pantai tersebut, dan mendapatkan pengalaman menyenangkan selama berwisata di sana.
“Kesannya, cukup menyenangkan bisa melihat pemandangan laut lepas dengan teduh, dan banyak yang jualan makanan ringan sampai makanan berat,” ungkapnya.
Akhir-akhir ini akses jalan menuju Pantai Balekambang sedang dalam perbaikan, maka dari itu para pengunjung diarahkan untuk menempu lewat jalur alternatif yang telah disediakan.
“Jalan utama menuju Pantai Balekambang sedang diperbaiki, sehingga banyak kendaraan yang melintas di jalan alternatif, seperti dari Pagak dan Gedangan,” ujarnya.
Keindahan pemandangan yang tersaji memberikan sensasi nyaman dan menyegarkan, sehingga berlama-lama bersantai di sekitar area pantai dapat menjernihkan pikiran dari sibuknya hiruk pikuk perkotaan.

Upacara Melasti dan Antusiasme Umat Hindu
Di pantai ini, setiap tahun selalu diadakan Upacara Melasti oleh para umat Hindu, sebagai bentuk penyucian diri sebelum perayaan Hari Raya Nyepi. Biasanya, Melasti memang dilakukan di pantai, sungai, maupun danau.
Melihat antusiasme yang tinggi dari umat Hindu yang ramai berdatangan ke sana, membuat Afifa Dwi Anggraeni tersentuh dengan semangat mereka dalam menyambut Upacara Melasti.
“Tentu sangat tersanjung, melihat antusiasme umat Hindu yang tampak bahagia dan senang. Banyak pengunjung mengabadikan momen dan pengunjung tampak berhamburan ke laut untuk mengambil tumpeng yang telah dilarung,” imbuhnya.
Untuk berkunjung ke pantai ini, para wisatawan umum bisa mengeluarkan uang sekitar Rp20.000/orang dan biaya parkir sebesar Rp5000 untuk roda dua.
Berbeda dengan warga setempat, mereka hanya perlu menunjukkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) atau kartu pelajar sebagai tanda pengenal, maka mereka akan dibebaskan dari biaya apa pun. Begitupun untuk warga yang mengikuti Upacara Melasti, hanya akan dikenakan biaya parkir saja.










