UNIVERSITAS NEGERI MALANG GELAR KULIAH TAMU NASIONAL BERSAMA GUBERNUR BANK INDONESIA

SIARINDOMEDIA.COM – Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kuliah tamu nasional bersama gubernur Bank Indonesia Rabu, 26 Februari 2025 di (Gedung Kuliah Bersama) GKB A20 lantai 2 ruang 201. Acara dimulai pukul 12.30 hingga 15.30 WIB.

Tema yang diusung dalam kuliah tamu hari ini, yaitu ‘Peran Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Makroekonomi di Tengah Kondisi Ketidakpastian Global’.

Kuliah tamu dimulai dengan pembukaan oleh MC dilanjut dengan rangkaian lainnya seperti doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UM, serta sambutan oleh rektor UM yaitu Prof. Dr. Hariyono, M.Pd.

Acara dilanjutkan dengan sesi penyerahan cinderamata oleh Rektor UM kepada Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bapak Juli Budi Winantya, penyerahan cinderamata juga oleh Rektor UM kepada perwakilan Bank Indonesia, dan penyerahan cinderamata dari Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter kepada Rektor UM.

PESERTA. Foto bersama peserta ya g menghadiri kuliah tamu. Foto: Amanda Nur Istiqomah

Penyampaian Kuliah Tamu oleh Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter

Memasuki acara inti, yaitu kuliah tamu yang di isi oleh Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Acara kuliah tamu ini dipandu oleh moderator, yaitu Prof. Dr. Imam Mukhlis, M.Si. selaku Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM.

Pesan Utama yang disampaikan oleh Direktur Kebijakan Ekonomi, pertama tentang Dinamika perekonomian global sangat tinggi dengan kebijakan Presiden Trump. Perlu sinergi kuat untuk stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Kedua, yaitu sinergi kebijakan Bank Indonesia mendukung Asta Cita Pemerintah: Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional. Dan dilanjut sesi tanya jawab.

“Asesmen dampak kebijakan presiden Trump terhadap ekonomi global dan ekonomi Amerika Serikat (AS), yaitu ada 3T (Tarif, Tax cut, Tenaga kerja),” ujar Juli.

Kebijakan 3T nantinya akan berdampak pada meningkatnya tarif barang impor, yang berujung pada kenaikan harga barang. Berkurangnya tenaga kerja juga akan menyebabkan biaya tenaga kerja lebih tinggi. Sementara itu, pemotongan pajak (tax cut) akan meningkatkan permintaan, yang berpotensi memicu inflasi di AS. Akibatnya, harga barang dan jasa pun akan meningkat.

Bagi kalian yang ingin memahami tentang kebijakan ekonomi lebih mendalam, bisa mengikuti kuliah umum online di YouTube Universitas Negeri Malang.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Authors

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *