SIARINDOMEDIA. COM – Kayu sengon merupakan salah satu jenis kayu yang banyak dimanfaatkan di Indonesia.
Pohon ini dapat ditemukan secara alami di hutan luruh daun campuran di wilayah lembab dengan curah hujan antara 1.000–5.000 mm per tahun.
Sengon juga tumbuh di hutan sekunder, sepanjang tepian sungai, hingga ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut.
Pohon sengon mampu beradaptasi di berbagai jenis tanah.
Termasuk tanah miskin, ber-pH tinggi, serta tanah aluvial lateritik dan tanah berpasir bekas tambang.
Sebaran alaminya meliputi India, Burma, Thailand, Kamboja, Laos, Cina, Vietnam, dan Indonesia, serta telah diperkenalkan di Australia.
Di Indonesia, sengon banyak ditemukan di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, serta telah dibudidayakan di Sumatra dan Kalimantan.
Manfaat Kayu Sengon
Kayu sengon dikenal ringan hingga agak ringan, dengan densitas 320–640 kg/m³ pada kadar air 15%.
Kayu ini memiliki serat lurus dan tekstur yang agak kasar, tetapi mudah diolah. Warna kayunya bervariasi dari kuning mengkilap hingga cokelat-merah-gading.
Meski digolongkan ke dalam kelas kuat III–IV dan kelas awet III–IV.
Kayu sengon memiliki ketahanan terhadap rayap tanah karena kandungan zat ekstraktifnya.
“Kayu sengon banyak digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari peti, perahu, hingga bahan bangunan,” ujar seorang pengusaha kayu di Jawa Tengah.

Ia menambahkan bahwa kayu sengon juga digunakan untuk konstruksi ringan, papan partikel, dan industri pulp serta kertas.
Keunggulan lain dari sengon adalah masa tumbuhnya yang cepat.
Dalam satu tahun, pohon ini bisa mencapai tinggi tujuh meter, dan dalam 12 tahun dapat menjulang hingga 39 meter.
Masa tebang yang relatif singkat, yaitu lima hingga tujuh tahun.
Maka kayu ini semakin banyak diminati oleh pelaku industri perkayuan.
Selain manfaat ekonominya, sengon juga memiliki dampak positif bagi lingkungan.
“Tanaman sengon ini berperan dalam konservasi (pelestarian), karena akarnya yang mampu menyimpan nitrogen, sehingga membantu menyuburkan tanah disekitarnya,” ujar seorang ahli kehutanan.
Dengan berbagai manfaat yang dimilikinya, kayu ini menjadi salah satu komoditas penting dalam industri perkayuan dan kehutanan di Indonesia.
Keberlanjutan budidaya sengon menjadi kunci agar manfaat ekonomis dan ekologisnya dapat terus dirasakan di masa depan.














