SIARINDOMEDIA.COM – Di tengah hiruk pikuk Kecamatan Singosari, Malang, Jawa Timur, tersembunyi sebuah warung sederhana yang telah menjadi legenda kuliner selama puluhan tahun.
Warung ketan bubuk kedelai Pak Pri, atau lebih akrab disapa Pakde Senyum, adalah surga bagi para pecinta jajanan tradisional.
Pakde Senyum telah berjualan ketan bubuk sejak lama.
Resep yang ia gunakan merupakan perpaduan beras ketan pilihan dan bubuk kedelai sangrai yang harum, mampu menghasilkan cita rasa yang khas dan tak terlupakan.
“Saya jualan ketan bubuk kedelai ini sudah cukup lama, awalnya saya jualan di dekat Rumah Sakit Prima Husada,” tutur Pak Pri, sambil sigap menyiapkan pesanan untuk pelanggan yang mengantri.
Ketan bubuk Pak Pri disajikan dengan taburan bubuk kedelai dan campuran rasa lainnya, menciptakan perpaduan rasa manis dan gurih yang sulit dilupakan.
Aroma bubuk kedelai yang menggoda selalu berhasil memikat siapa saja yang melintas di depan warung Pak Pri.
“Saya tahu cara memasaknya juga dari salah satu Dokter Rumah Sakit Prima Husada Mondoroko. Untuk memasaknya, kita menggunakan dandang, karena kalau pakai magic com atau rice cooker, rasa dari ketannya bisa berkurang,” tambah Pak Pri, dengan antusias.
Tak hanya rasanya yang lezat, harga ketan bubuk kedelai juga sangat terjangkau.
Sebungkus ketan bubuk hanya dibanderol dengan harga tujuh ribu rupiah, menjadikan jajanan ini semakin digemari oleh semua kalangan, dari pelajar hingga pekerja.

Jam Operasional yang Fleksibel
Warung Ketan Bubuk Pak Pri buka setiap hari, mulai pukul 11.00 hingga 20.00 WIB.
“Alhamdulillah, disini ramai, apalagi kalau malam minggu pasti banyak dari kota yang ke sini,” tutup Pak Pri, yang lahir di Nganjuk.
Ketan Bubuk Kedelai Pak Pri bukan hanya sekadar jajanan tradisional biasa, ia adalah simbol cita rasa autentik yang tetap bertahan di tengah arus modernisasi.
Kualitas dan keaslian resepnya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal dan pengunjung yang ingin merasakan kelezatan kuliner khas daerah.
Dengan begitu, warung ini tak hanya menambah daftar kuliner di Malang, tetapi juga mengajak generasi muda untuk mengenal dan mencintai jajanan tradisional yang telah diwariskan.














