SIARINDOMEDIA.COM – Di tengah arus modernisasi, sebuah inisiatif lokal hadir untuk membangun karakter anak sejak dini. Sekaligus memberdayakan masyarakat desa, yakni Gubuk Baca Lereng Busu.
Terletak di Desa Busu, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, menjadi pusat belajar yang menawarkan berbagai program edukatif.
Diwadahi oleh Abiet (50) sejak 2017, Gubuk Baca ini bukan sekadar tempat membaca, tetapi juga pusat pembelajaran dengan lima kelas inspiratif, yaitu Kelas Lingkungan, Kelas Alam, Kelas Perempuan, Kelas Bakat Minat, dan Kelas Studi.
Menurut Abiet, Gubuk Baca lahir dari keprihatinannya terhadap minimnya ruang edukasi di desa.
“Saya ingin anak-anak dan masyarakat memiliki wadah untuk berkembang, belajar nilai-nilai kehidupan, dan menemukan potensinya,” ujarnya.
Kelima kelas tersebut dirancang untuk memberikan pendidikan holistik. Kelas Lingkungan mengajarkan pentingnya menjaga alam melalui praktik daur ulang dan penghijauan.
Kelas Alam mengenalkan anak-anak pada ekosistem sekitar, bercocok tanam, dan eksplorasi alam.
Kelas Perempuan menjadi ruang diskusi dan pelatihan bagi perempuan desa dalam meningkatkan keterampilan serta kesadaran hak-hak mereka.
Sementara itu, Kelas Bakat Minat mendukung anak-anak dan remaja dalam mengasah keterampilan seni, budaya, olahraga, cooking class, hingga kewirausahaan.
Kelas Studi membantu anak-anak memahami pelajaran sekolah, mengaji, serta menumbuhkan budaya belajar mandiri.

Wisata Edukasi Berbasis Kampung Adat
Gubuk Baca Lereng Busu telah menarik perhatian banyak pihak. Tidak hanya anak-anak, para orang tua dan pemuda pun turut terlibat, baik sebagai peserta maupun mentor sukarelawan.
Warga yang memiliki keahlian berbagi ilmu, sementara anak-anak semakin antusias belajar dalam suasana yang menyenangkan.
Selain itu, Gubuk Baca juga dikembangkan sebagai wisata edukasi berbasis kampung adat.
Wisatawan yang berkunjung tidak hanya sekadar berfoto, tetapi juga belajar dan berinteraksi langsung dengan warga setempat.
“Saya memiliki kerja sama dengan tim travel yang mengajak turis berkunjung dan belajar bersama warga di sekitar kampung ini,” ujar Abiet.
Program ini bertujuan agar wisatawan mendapatkan pengalaman langsung dan memahami kehidupan masyarakat secara lebih mendalam.
“Wisatawan tidak hanya melihat-lihat kegiatan warga, tetapi ikut belajar, seperti berkebun, beternak sapi, mengikuti cooking class bersama ibu-ibu, belajar menari, dan banyak lagi,” tambahnya.
Harapan dan Masa Depan Gubuk Baca
Gubuk Baca Lereng Busu diharapkan terus berkembang dan menjadi motivasi dalam membangun karakter generasi muda serta memberdayakan masyarakat desa.
“Mimpi saya sederhana, melihat anak-anak desa ini tumbuh menjadi pribadi yang berdaya, peduli, dan berilmu,” ujar Abiet.
Gubuk Baca Lereng Busu menjadi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari komunitas kecil dengan semangat besar.
Dengan perpaduan edukasi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat, inisiatif ini tidak hanya menciptakan ruang belajar, tetapi juga membangun ekosistem sosial yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Sebab, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang penuh makna.













