SIARINDOMEDIA.COM – Pasar Burung Splendid, ikon legendaris di Kota Malang, tak pernah sepi cerita dari para pedagang yang terus berjuang menjaga eksistensi pasar ini (24/01/2025).
Meski kini tak seramai masa kejayaannya, para pedagang tetap bertahan di tengah tantangan berat yang menghantui usaha mereka.
Sejak pandemi melanda, jumlah pengunjung yang datang ke Pasar Splendid menurun drastis.
Situasi perlahan membaik, geliat pasar belum sepenuhnya pulih.
Banyak pedagang mengaku harus menghadapi hari-hari yang penuh ketidakpastian.
“Mungkin sekarang cuma setengah dari pembeli dulu. Kalau dulu orang datang ramai-ramai buat beli burung, sekarang kebanyakan cuma lihat-lihat,” ungkap Slamet, seorang pedagang burung.
Tantangan lain yang dihadapi pedagang adalah naiknya harga kebutuhan operasional, seperti pakan burung dan perlengkapan perawatan hewan.

Beberapa pedagang bahkan mengurangi stok barang untuk menekan biaya.
Namun, meski menghadapi kondisi sulit, para pedagang tetap menunjukkan semangat untuk bertahan.
Bagi mereka, Splendid bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi juga rumah bagi para pecinta burung dan hewan peliharaan.
“Saya tetap bertahan karena ini passion saya. Saya suka burung dan senang bertemu orang-orang yang punya hobi sama. Pasar ini juga tempat kami berbagi ilmu dan pengalaman,” tambahnya dengan nada optimis.
Para pedagang juga berharap agar Pasar Splendid mendapat perhatian lebih dari pemerintah setempat. Menurut mereka, pasar ini merupakan salah satu daya tarik wisata di Malang yang harus dijaga kelestariannya.
“Pasar Splendid ini sudah jadi ikon Malang. Kalau kita nggak rawat sama-sama, bisa hilang identitasnya. Saya yakin kalau semua pedagang dan pemerintah saling mendukung, pasar ini bisa bangkit lagi,” ujar Slamet.
Meski tidak seramai dulu, Pasar Burung Splendid tetap menjadi tempat berharga bagi komunitas pecinta hewan dan tanaman.
Dengan komitmen kuat para pedagang, pasar ini terus berjuang untuk bertahan, menjaga tradisi, dan menjadi bagian dari sejarah Kota Malang.














