UD RESTU BUNDA, INSPIRASI SUKSES BUDIDAYA JAMUR DI MALANG

SIARINDOMEDIA.COM – Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, menyimpan kisah sukses dari usaha agribisnis budidaya jamur. UD Restu Bunda, yang dirintis oleh Sumanto, seorang lulusan Sekolah Menengah Pertanian Atas (SPMA) Malang, telah membuktikan bahwa budidaya jamur tiram dan jamur kuping bisa menjadi bisnis yang menjanjikan.

“Jenis jamur yang diproduksi disini adalah jamur tiram dan jamur kuping, dengan jenis media tanam memakai serbuk kayu atau grajen” ujar Sugeng, selaku Penanggung Jawab UD Restu Bunda.

JENIS JAMUR. Terdapat jamur tiram dan jamur kuping yang di produksi di UD. Restu Bunda. Foto: Melda

Tak hanya dikenal di tingkat lokal. Usaha yang berdiri sejak tahun 2012 ini juga mulai menarik perhatian pasar yang lebih luas.

“Untuk media pemasaran jamur kuping dan tiram, langsung dikirim ke pasar tradisional di Surabaya, Gresik, hingga meluas di Jawa Timur” jelasnya.

MENUJU PENGIRIMAN. Setelah melalui beberapa proses, baglog siap dikirim ke beberapa tempat di Jawa Timur. Foto: Hana

Para pekerja memulai proses pembibitan dengan mencampurkan serbuk gergaji, kapur, dan air dalam mixer hingga rata. Selanjutnya, campuran tersebut mereka masukkan ke dalam mesin press untuk dicetak menjadi baglog.

Kemudian mereka mensterilisasikan baglog ke dalam oven pada suhu 95°C selama 5-6 jam, lalu mendiamkan selama 3 jam.

Setelah itu, baglog yang sudah dingin akan mereka inokulasi dan kemudian mereka pindahkan ke lumbung dengan suhu kurang lebih 20°C selama satu bulan hingga siap panen. Baglog dapat dipanen kembali setelah 1-2 minggu.

“Dari proses pembibitan sampai panen berlangsung selama satu bulan. Untuk perawatannya kami harus menyiram baglog setiap hari, sehari bisa 2-3 kali penyiraman, tergantung cuacanya” tambahnya.

Dengan semangat berinovasi dan dedikasi yang tinggi, Sumanto dan timnya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas produk dan mencari pasar yang lebih luas.

Tak hanya fokus pada produksi, tetapi Sumanto dan tim juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Mereka kerap memberikan pelatihan budidaya jamur kepada petani lokal.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Authors

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *